<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>INIJAKARTA.COM</title>
	<atom:link href="http://inijakarta.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://inijakarta.com</link>
	<description>wisata jakarta</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Sep 2010 23:25:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Pulau Ayer &#8211; Kepulauan Seribu</title>
		<link>http://inijakarta.com/outside-jakarta/pulau-ayer-kepulauan-seribu/</link>
		<comments>http://inijakarta.com/outside-jakarta/pulau-ayer-kepulauan-seribu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Sep 2010 23:20:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Outside Jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inijakarta.com/?p=715</guid>
		<description><![CDATA[<p><img alt="" src="http://denysetyawan.com/wp-content/uploads/2010/04/marina1.jpg" title="Marina" class="alignnone" width="565" height="327" /><br />
Jakarta seperti kita ketahui dipadati dengan berbagai macam aktivitas dan juga sudah dipenuhi dengan gedung-gedung bertingkat dan juga kemacetan yang menambah stress penduduknya. Tetapi jangan anda lupakan kepulauan Seribu yang juga masih termasuk dalam kesatuan Provinsi DKI Jakarta. Ironi&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="" src="http://denysetyawan.com/wp-content/uploads/2010/04/marina1.jpg" title="Marina" class="alignnone" width="565" height="327" /><br />
Jakarta seperti kita ketahui dipadati dengan berbagai macam aktivitas dan juga sudah dipenuhi dengan gedung-gedung bertingkat dan juga kemacetan yang menambah stress penduduknya. Tetapi jangan anda lupakan kepulauan Seribu yang juga masih termasuk dalam kesatuan Provinsi DKI Jakarta. Ironi memang ketika Jakarta sebagai ibukota negara dengan denyut nadinya dan selalu menjadi jantung Ekonomi dari Negara ini. Sedangkan Kepulauan seribu berbanding terbalik dengan realita metropolis Jakarta. Kepulauan seribu menjadi salah satu dari pemasukan pemerintah Jakarta. Potensi alam yang sangat indah menjadikan Kepulauan seribu sebagai salah satu tujuan wisata yang naik daun pada saat ini. Pemandangan alam yang asri serta keindahan pantai yang  alami dan tidak kalah dengan pantai-patai dikepulauan Indonesia lainnya. Lupakan bali dengan surga dunianya, tinggalkan lombok dengan keindahan pantainya. Anda cukup menyeberang ke kepulauan seribu yang memiliki pantai yang tidak kalah bagusnya dengan pantai lain di Indonesia. Sapuan angin, desiran ombak serta lambaian pohon kelapa menjadi sahabat anda ketika menginjakkan kaki dikepulauan ini. Tidak ada yang tahu pasti berapa jumlah yang pulau yang berada disini. Yang pasti anda tidak usah bingung untuk menuju kesana dan pulau apa yang akan menjadi tempat anda berlibur, karena Health n Tourism akan mencoba informasikan ke anda tentang salah satu pulau yang bisa menjadi tujuan wisata anda dan keluarga.<br />
<img alt="" src="http://denysetyawan.com/wp-content/uploads/2010/04/dock.jpg" title="Dock" class="alignnone" width="719" height="451" /></p>
<p>Selamat Datang di Pulau Ayer</p>
<p>Sebuah pulau yang kecil diantara pulau-pulau lainnya di Kepulauan Seribu. Inilah salah satu referensi kami untuk anda sekeluarga yang mendambakan Suasana pantai dengan keindahan sunset yang tidak pernah anda temukan sebelumnya di Jakarta. Pulau Ayer, salah satu dari kumpulan pulau kecil dari Kepulauan Seribu ini menawarkan  pengalaman berlibur yang takkan terlupakan. Hanya memakan waktu 20 menit dari pantai marina Ancol. Dengan menggunakan speedboat berukuran sedang anda akan diantarkan sampai dermaga pulau Ayer.<br />
Menikmati hangatnya matahari yang memebelai kulit selama perjalanan menuju Pulau Ayer menjadikan awal yang menyenangkan. Sesampainya disana hamparan pasir pantai dan lambaian pohon kelapa di bibir pantai seolah-olah mereka berkata “Selamat Datang di Pulau Ayer” menyambut kedatangan kita dan bersiap memberikan pengalaman indah untuk liburan kali ini.<br />
<a href="http://inijakarta.com/wp-content/uploads/2010/09/2w.jpg"><img src="http://inijakarta.com/wp-content/uploads/2010/09/2w-300x199.jpg" alt="" title="2w" width="300" height="199" class="alignleft size-medium wp-image-717" /></a></p>
<p>Tidak perlu khawatir dengan keubtuhan anda disana. Karena di pulau ini sudah tersedia cottage-cottage untuk anda beristirahat. Jadi anda tidak perlu khawatir akan bernasib sama dengan Tom Hanks di Film Cast Away karena di pulau ini juga sudah ada restoran untuk anda memenuhi kebutuhan perut anda yang akan selalu keroncongan karena aktivitas liburan yang menyenangkan ini.<br />
Olahraga Air<br />
 <a href="http://inijakarta.com/wp-content/uploads/2010/09/banana.jpg"><img src="http://inijakarta.com/wp-content/uploads/2010/09/banana-300x199.jpg" alt="" title="banana" width="300" height="199" class="alignleft size-medium wp-image-718" /></a><br />
Tidak berbeda dangan wisata pantai yang lain, di Pulau ini juga menyediakan beberapa permainan dan olah raga air. Disini anda dapat menikmati permainan air seperti Banana Boat, tidak perlu ke bali bukan untuk menikmatinya. Nah bagi anda yang tidak suka memacu adrenalin, maka anda dapat memilih Memancing untuk melengkapi liburan anda kali ini. Dan anda tidak perlu khawatir tidak akan mendapatkan ikan disini, karena banyak sekali ikan didekat perairan Pulau Ayer.</p>
<p>Sunset<br />
<a href="http://inijakarta.com/wp-content/uploads/2010/09/sunset1w.jpg"><img src="http://inijakarta.com/wp-content/uploads/2010/09/sunset1w-300x196.jpg" alt="" title="sunset1w" width="300" height="196" class="alignleft size-medium wp-image-720" /></a><br />
Setelah seharian bermain-main di sekitar pulau ini serta menikmati desiran ombak dan berjemur di bawah sinar matahari, kami sarankan anda jangan buru-buru kembali ke cottage atau pun meninggalkan pantai ini. Ya,, karena ketika anda meninggalkan pantai walupun hanya untuk membilas badan anda dikamar mandi cottage.<br />
Ketika anda melakukan hal tersebut maka saat itu anda telah melewatkan kesempatan untuk merasakan dan menikmati Sunset yang tidak pernah anda temukan sebelumnya. dan anda melewatkan moment dimana Sang Surya tenggelam dan melambaikan tangannya untuk mengisyaratkan bahwa dia akan digantikan oleh sang bulan yang akan menemani Liburan anda malam ini.</p>
<p>Keindahan, kehangatan dan kenyamanan Pulau ayer sudat tidak perlu dipertanyakan lagi, mungkin anda sudah harus bergegas menyiapkan perlatan memancing anda atau sekedar setelan anak pantai untuk menikmati Pengalaman liburan di Pualu Ayer. Jangan piker panjang, segera ajak keluarga tercinta untuk berlibur di Pulau Ayer Ini.   </p>
<img src="http://inijakarta.com/?ak_action=api_record_view&id=715&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inijakarta.com/outside-jakarta/pulau-ayer-kepulauan-seribu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Photo Competition &#8211; Margo City Out of The Box!</title>
		<link>http://inijakarta.com/event-promo/photo-competition-margo-city-out-of-the-box/</link>
		<comments>http://inijakarta.com/event-promo/photo-competition-margo-city-out-of-the-box/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Sep 2010 22:41:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event & Promo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inijakarta.com/?p=711</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://inijakarta.com/wp-content/uploads/2010/09/mcpc.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-712" title="mcpc" src="http://inijakarta.com/wp-content/uploads/2010/09/mcpc.jpg" alt="" width="771" height="628" /></a></p>
<p>PHOTO COMPETITION</p>
<p>1. Lomba terdiri dari 2 kategori : DSLR dan Pocket Camera<br />
2. Kegiatan terdiri dari : Real Action Photography, Photo Hunting dan Workshop<br />
3. Biaya Pendaftaran Rp.100.000,- biaya tersebut termasuk :<br />
    &#8211; 1 buah&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://inijakarta.com/wp-content/uploads/2010/09/mcpc.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-712" title="mcpc" src="http://inijakarta.com/wp-content/uploads/2010/09/mcpc.jpg" alt="" width="771" height="628" /></a></p>
<p>PHOTO COMPETITION</p>
<p>1. Lomba terdiri dari 2 kategori : DSLR dan Pocket Camera<br />
2. Kegiatan terdiri dari : Real Action Photography, Photo Hunting dan Workshop<br />
3. Biaya Pendaftaran Rp.100.000,- biaya tersebut termasuk :<br />
    &#8211; 1 buah kaos, ID tag peserta<br />
    &#8211; Otomatis terdaftar sebagai anggota MCPC : (Margo City Photovisual Community) adalah komunitas<br />
       photographer dan videographer di bawah naungan Margo City<br />
    &#8211; FREE iuran tahunan sebesar Rp. 300.000,- dan semua benefit member<br />
4. Biaya Pendaftaran ditransfer ke rekening : BCA an. Aditya Tunggul Birowo No. Rek: 552 0036 093<br />
5. Untuk pendaftaran silahkan klik : <a href="http://mcpc.dobel-klik.com">PENDAFTARAN</a><br />
6. Pendaftaran diterima paling lambat tanggal 2 Oktober 2010<br />
7. Setiap peserta dapat mengumpulkan 2 foto terbaik dalam format JPEG highress langsung dari kamera untuk<br />
   diikutsertakan lomba<br />
8. Pameran foto setiap kategori akan ditampilkan tanggal 5-10 Oktober 2010 di Main Atrium Margo City<br />
9. Pengumuman pemenang tanggal 10 di Main Atrium Margo City<br />
10. Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran : Anton Chandra 021-7073 9569</p>
<p>SYARAT DAN KETENTUAN LOMBA</p>
<p>1. Lomba terbuka untuk umum dan tidak berlaku untuk panitia, tenant dan karyawan Margo City<br />
2. Panitia akan menentukan foto yang akan masuk sebagai peserta pameran<br />
3. Pemenang wajib menyerahkan softcopy hasil foto kepada panitia.<br />
4. Hasil karya yang diserahkan menjadi hak milik panitia dan panitia berhak menggunakan hasil karya tersebut<br />
    untuk keperluan promosi (dengan melakukan pemberitahuan terlebih dahulu kepada pemilik karya)<br />
5. Panitia berhak membatalkan keikutsertaan peserta, jika tidak sesuai dengan ketentuan dan syarat<br />
    yang berlaku.<br />
6. Keputusan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat</p>
<p>DEWAN JURI<br />
Miscbahnul Munir<br />
Bangga Nirwanjaya<br />
Management Margo City</p>
<p>HADIAH<br />
Hadiah Kamera DSLR + Pocket + Uang Tunai + Sertifikat</p>
<img src="http://inijakarta.com/?ak_action=api_record_view&id=711&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inijakarta.com/event-promo/photo-competition-margo-city-out-of-the-box/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bir Pletok yang Menyehatkan</title>
		<link>http://inijakarta.com/kuliner/bir-pletok-yang-menyehatkan/</link>
		<comments>http://inijakarta.com/kuliner/bir-pletok-yang-menyehatkan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 14:47:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inijakarta.com/?p=688</guid>
		<description><![CDATA[<p><strong>Bir Pletok, tidak haram dan jauh dari alkohol. Justru punya manfaat beragam bagi yang meminumnya.Sayang, minuman khas Betwai ini sudah mulai langka. </strong></p>
<p>Biasanya, bir itu identik dengan minuman keras (miras), memabukkan dan haram. Tapi tidak bagi minuman yang satu&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bir Pletok, tidak haram dan jauh dari alkohol. Justru punya manfaat beragam bagi yang meminumnya.Sayang, minuman khas Betwai ini sudah mulai langka. </strong></p>
<p>Biasanya, bir itu identik dengan minuman keras (miras), memabukkan dan haram. Tapi tidak bagi minuman yang satu ini, Bir Pletok. Sebaliknya, minuman khas  Betawi ini punya manfaat positif bagi tubuh dan juga halal tentunya.</p>
<p>Dinamakan Bir Pletok  karena dulunya waktu jaman perang, orang-orang Belanda  gemar  minum bir, tapi waktu itu  orang betawi tidak mau kalah. Maka dibuatlah sebuah minuman yang tidak memabukkan namun menghangatkan tubuh, sama seperti bir yang diminum <em>meneer</em> Belanda.</p>
<p>Konon sebelum meminumnya, minuman khas Betawi ini harus ditambah bongkahan es batu yang kemudian di kocok seperti bir, lalu menimbulkan suara pletak pletok, sejak saat itulah minuman asli betawi ini dinamakan Bir Pletok.</p>
<p>Kini minuman kebangaan anak Betawi itu sudah mulai langka. Bir Pletok biasanya hanya muncul saat ada hajatan ala Betawi digelar, kadang juga menjadi satu paket dengan pertunjukkan ondel-ondel. “Namun tidak menutup kemungkinan minuman ini ada setiap hari karena ada orang, instansi atau perusahaan yang memesan khusus,” ujar Rosiah kepada <em>Helath n Tourism </em>salah seorang pembuat Bir Pletok didaerah Kebagusan, Jakarta Selatan,</p>
<p>Dengan bahan-bahan yang terdiri dari Jahe, Sereh, Daun pandan, daun jeruk, cengkeh, kayu manis, kapulaga, secang, cabe jawa, lada hitam, ditambah gula pasir dan garam makanya Bir Pletok menyehatkan. Semuanya rempah-rempah asli Indonesia.</p>
<p>Proses pembuatannya juga cukup <em>simple</em>, semua bahan rempah-rempah kecuali secang direbus jadi satu selama lebih kurang 30 menit. kemudian baru dimasukkan secang dan di aduk rata selama sekitar lima menit. Setelah itu, ditambahkan gula dan garam secukupnya, diaduk hingga mendidih selama lebih kurang lima menit. Tidak sampai satu jam minuman berkhasiat ini siap disajikan. Rasanya tetap segar dan menghangatkan ketika diminum.</p>
<p>Bir Pletok ini juga bisa mengatasi masuk angin, kecapekan, rematik dan melegakkan tenggorokan. Walaupun selama ini yang namanya bir selalu berkaitan dengan minuman keras dan beralkohol akan tetapi Bir Pletok jelas berbeda, bahkan harus dicoba. Mau mencoba minuman yang menyehatkan ini? Bisa diperoleh di beberapa pasar swalayan terkemuka di Jakarta dengan harga jual sekitar Rp 5 ribu untuk botol kecil dan Rp 15 ribu untuk botol besar. Selamat mencoba….</p>
<img src="http://inijakarta.com/?ak_action=api_record_view&id=688&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inijakarta.com/kuliner/bir-pletok-yang-menyehatkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kerak Telor &#8211; Primadona Kuliner Betawi</title>
		<link>http://inijakarta.com/kuliner/kerak-telor-primadona-kuliner-betawi/</link>
		<comments>http://inijakarta.com/kuliner/kerak-telor-primadona-kuliner-betawi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 14:45:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inijakarta.com/?p=685</guid>
		<description><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p><strong><em>Rasanya yang khas selalu dicari banyak orang, makanan tradisional Betawi ini berusaha menjaga eksistensinya dari serangan industri makanan berlabel internasiona, ya Kerak Telor.</em> </strong></p>
<p>Mmmhhh… isyarat itu keluar dari mulut saya ketika melihat proses pembuatan kerak telor   yang&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p><strong><em>Rasanya yang khas selalu dicari banyak orang, makanan tradisional Betawi ini berusaha menjaga eksistensinya dari serangan industri makanan berlabel internasiona, ya Kerak Telor.</em> </strong></p>
<p>Mmmhhh… isyarat itu keluar dari mulut saya ketika melihat proses pembuatan kerak telor   yang sedang dibuat  Bang Amin. Aroma yang dihasilkan dari makanan ini begitu kuat dan sangat menggugah selera, apalagi ketika bumbu seperti lada, garam dan ebi kering yang sudah disangrai  di aduk langsung diatas tungku api yang sangat panas bersamaan dengan telor bebek yang bercampur beras ketan,Waaahh makin <em>nggak</em> sabar untuk menyantapnya.</p>
<p>Apalagi, kelihaian tangan bang Amin dalam membuat kerak telor tidak usah dipertanyakan lagi, mirip di Film IP-Man dech&#8230; pedagang yang mematok harga Rp.10.000 untuk seporsi kerak telor dengan telor ayam dan Rp. 12.000 untuk telor bebek ini, memang sudah lama menjajakan makanan khas betawi di kawasan  Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan.</p>
<p>Iya sudah menjajakan dagangannya sejak Setu Babakan  ini resmi dijadikan cagar budaya oleh pemerindah DKI Jakarta. Dia sangat bangga dengan profesi yang  dilakoninya.  “Biar budaya dan ciri khas betawi <em>nggak</em><em> </em>digerus jaman,” sahut Amin Kepada <em>Health n </em>Tourism dengan logat betawinya yang kental.</p>
<p>Setelah semua bumbu dan bahan diaduk menjadi satu dan di diamkan beberapa saat, lalu wajan yang telah berisi Kerak Telor setengah mateng di balikkan sehingga posisinya  berhadapan langsung dengan tungku yang penuh  bara api. Tidak lama dari proses itu,  kerak telor pun siap disantap.</p>
<p>Ups.. ternyata belum selesai sampai disitu masih ada sentuhan akhir dari proses ini, padahal hati sudah senang banget untuk buru-buru menyantapnya. Ibarat <em>kata</em>, bagian atas kerak telor dipercantik dengan sentuhan bawang goreng dan taburan serutan  kelapa sangrai atau yang akrab disapa serundeng. Dari situ, barulah  dipindahkan pada sebuah tatakan kertas dan piring plastik. Aroma nikmatnya semakin kuat.</p>
<p>Nah sekarang kerak telor telah dihidangkan, tanpa aba-aba segera  saya santap kenikmatan dan gurihnya makanan yang sangat menggugah selera itu, yang pasti rasa nikmat itu masih terekam dan membekas disekitar mulut saya, sampai sekarang? Ya nggaklah, hanya kelezatannya saja yang sulit dilupakan.</p>
<p>Kenikmatan kerak telor Bang Amin membuat saya ketagihan dan tak sabar rasanya ingin kembali ke Setu Babakan. Bagi Anda yang berkunjung ke Setu Babakan jangan sampai melewatkan sensasi Kerak Telor yang legendaris ini. <strong><br />
</strong></p>
<img src="http://inijakarta.com/?ak_action=api_record_view&id=685&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inijakarta.com/kuliner/kerak-telor-primadona-kuliner-betawi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memanjakan Hati di JakBali</title>
		<link>http://inijakarta.com/lifestyle/memanjakan-hati-di-jakbali/</link>
		<comments>http://inijakarta.com/lifestyle/memanjakan-hati-di-jakbali/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 16:35:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Erik Sanjaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Style]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inijakarta.com/?p=677</guid>
		<description><![CDATA[<p><strong> </strong><a href="http://inijakarta.com/wp-content/uploads/2010/07/IMG_5354.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-679" title="JAKBALI" src="http://inijakarta.com/wp-content/uploads/2010/07/IMG_5354-200x300.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a><strong> </strong></p>
<p><strong> Mau makan enak sambil menikmati berberbagai koleksi barang-barang seni yang mengagumkan? Datang saja ke J</strong><strong>akBali Art Gallery Café and Restaurant, dijamin Anda bakal memperoleh malam yang sangat berkesan.</strong><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Malam sudah tinggi. Gelapnya pun&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong><a href="http://inijakarta.com/wp-content/uploads/2010/07/IMG_5354.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-679" title="JAKBALI" src="http://inijakarta.com/wp-content/uploads/2010/07/IMG_5354-200x300.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a><strong> </strong></p>
<p><strong> Mau makan enak sambil menikmati berberbagai koleksi barang-barang seni yang mengagumkan? Datang saja ke J</strong><strong>akBali Art Gallery Café and Restaurant, dijamin Anda bakal memperoleh malam yang sangat berkesan.</strong><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Malam sudah tinggi. Gelapnya pun terlihat semakin temaram. Entah kenapa malam itu terasa lebih indah dibandingkan malam sebelumnya. Sorotan lampu warni-warni dari beberapa sudut membuat  langit terlihat begitu menawan. Ditambah lagi, sayup-sayup terdengar  alunan tembang yang dinyanyikan Jason Miraz bertajuk <em>Im Yours, </em>sepertinya mampu ‘menyihir’ banyak orang untuk berlama-lama di JakBali Art Gallery Café and Restaurant yang terletak di kawasan Kemang Timur II, Jakarta Selatan.</p>
<p>Sesuai namanya JakBali, menyatukan perpaduan dua kultur, Jakarta dan Bali yang melahirkan sebuah konsep gallery, café dan restoran. Tentunya kehadiran JakBali diharapkan bisa memberikan sesuatu yang berbeda ditengah-tengah hiruk pikuk kota Jakarta  yang semakin pengab dan padat.</p>
<p>Konsep interior dan eksteriornya saja sangat unik dan menarik. Memasuki pelataran Jakbali kita sudah disuguhkan pemandangan deretan lampu obor yang seakan membuat pengunjungnya penasaran. Suasana romantis memang sudah terasa dari luar.</p>
<p>Begitu pula halnya ketika kita memasuki interiornya. Sebelum menuju ke café, setiap pelanggan pasti akan mendapat suguhan berbagai pajangan karya-karya seni yang  mengagumkan.</p>
<p>Kalau sudah di JakBali, semua kepenatan seakan tiba-tiba sirna. Tidak bising alias jauh dari keramaian. Anda bisa menyantap beragam menu western yang disajikan sambil menikmati hingga membeli beragam karya seni.</p>
<p>Maklum , selain menyajikan makanan yang lezat, JakBali juga menjual berbagai benda-benda seni dan antik, mulai dari berbagai aliran lukisan, beragam meubel, mulai dari kursi, gazebo, lemari hingga  tempat tidur  dari kayu-kayu pilihan yang usianya mencapai ratusan tahun. Meja makan misalnya, terbuat dari kayu <em>solid </em>utuh sepanjang 4 meter. Ada pula tempat tidur yang terbuat dari kayu ulin seberat 1,5 ton. Waw..sudah terbayang kokoh pastinya.</p>
<p>Uniknya produk-produk di JakBali terbatas dan langka baik desain maupun bahannya. Karena dalam pembuatan produknya memanfaatkan kayu-kayu kuno peninggalan Belanda, misalnya dari bantalan rel kereta api dan juga jembatan. Tak jarang nilai untuk satu produknya cukup tinggi. Namun jika dilihat dari nilai sejarah dan sentuhan karya seni yang penuh dengan kreativitas, nominal bukanlah harga yang mahal. Jika Anda pengkoleksi barang antik rasanya JakBali juga pas untuk dijadikan alternatif barang-barag buruan Anda.</p>
<p>Lepas dari gallery, Anda akan menikmati suasana café yang juga tak kalah indah dan tentunya romantis. Anda bisa memilih ingin menghabiskan malam bersama dengan pasangan atau keluarga di tepian kolam renang  atau menikmati keindahan malam dengan lampu-lapu yang mempesona, tinggal memilih. Pastinya, ketika berada disini Anda bakal memiliki malam yang sulit untuk dilupakan.</p>
<p>Memadukan  antara  gallery, café dan restoran memang bukan pekerjaan  mudah alias tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan pemikiran, modal dan pemahaman yang tinggi untuk mewujudkan ini.  Tapi, Bayu W. Sugiarto beserta rekan-rekannya mampu mewujudkan itu. Apalagi, konsep  gallery café seperti ini sangat jarang sekali ditemui di Indonesia. Kalau pun ada, mungkin hanya di Bali yang terkenal dengan beragam karya seninya.</p>
<p>“Kunci suksesnya, punya kemauan, hobi dan teman. Karena kalau bisnis tidak didasari hobbi akan sulit,” ujar Bayu kepada <em>inijakarta.com.</em></p>
<p>Lebih lanjut Bayu menambahkan, memiliki hobby jika tidak punya kemauan juga tidak mungkin, sedangkan punya hobi dan kemauan tanpa teman (relasi) juga sama saja. Jadi ketiganya itu harus berjalan seiring. Soal untung rugi semua sudah ada yang mengaturnya. Yang penting jalani, nikmati dan jangan lupa berbagi (amal).” Jelas Bayu dengan bijak. Bali ‘made in’ Jakarta kenapa tidak?..jadikan JakBali rumah kedua Anda.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><a href="http://www.chefsblogs.com"> <img border = "0" src = "http://www.chefsblogs.com/images/chefsblogs.png" width = "80" height = " 15 "alt =" Chefs Blogs "> </ a></p>
<img src="http://inijakarta.com/?ak_action=api_record_view&id=677&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inijakarta.com/lifestyle/memanjakan-hati-di-jakbali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>La Commune,  Uniknya Kolaborasi Komunitas Hobi</title>
		<link>http://inijakarta.com/event-promo/la-commune-uniknya-kolaborasi-komunitas-hobi/</link>
		<comments>http://inijakarta.com/event-promo/la-commune-uniknya-kolaborasi-komunitas-hobi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jul 2010 14:14:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event & Promo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inijakarta.com/?p=659</guid>
		<description><![CDATA[<p><strong><a href="http://inijakarta.com/wp-content/uploads/2010/07/Untitled-1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-672" title="Untitled-1" src="http://inijakarta.com/wp-content/uploads/2010/07/Untitled-1-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Taman Rasuna, Jakarta, 25 Juli 2010 </strong>- Berbagai komunitas hobi banyak tersebar di Jakarta, namun kali ini  komunitas tersebut berkolaborasi untuk unjuk gigi melalui media event yang diberi nama La Commune, yaitu kolaborasi antara beberapa komunitas hobi seperti: <em>Id- Photographer(komunitas</em>&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://inijakarta.com/wp-content/uploads/2010/07/Untitled-1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-672" title="Untitled-1" src="http://inijakarta.com/wp-content/uploads/2010/07/Untitled-1-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Taman Rasuna, Jakarta, 25 Juli 2010 </strong>- Berbagai komunitas hobi banyak tersebar di Jakarta, namun kali ini  komunitas tersebut berkolaborasi untuk unjuk gigi melalui media event yang diberi nama La Commune, yaitu kolaborasi antara beberapa komunitas hobi seperti: <em>Id- Photographer(komunitas fotografi), BMW Motorcyle Club of Indonesia dan Desmo Owner Club of Indonesia (komunitas motor besar)</em>. Kolaborasi ini <em>bertujuan mempererat hubungan dan memupuk rasa kebersamaan antar komunitas, serta memperkenalkan kepada masyarakat akan eksistensi komunitas-komunitas hobi tersebut diatas.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Selain berkolaborasi dengan komunitas, La Commune juga berkolaborasi dengan <em>brand-brand</em> besar seperti; <em>SpeedUp Telkomsel Flash Next Generation,  BMW Motorrad Indonesia, Kick Ass Choppers dan ME Asia Magazine.</em></p>
<p>Kolaborasi <em>La Commune</em> diprakarsai oleh tiga komunitas namun diharapkan dimasa mendatang dapat mendorong komunitas lain untuk bergabung karena <em>La Commune</em> bukan sekedar ajang bersenang-senang namun juga<em> </em>mengusung kegiatan sosial bermitra dengan Rumah Gemilang Indonesia yang dikelola oleh Yayasan Al Azhar Peduli Umat dengan menyusun sebuah program bantuan bagi pelatihan f<em>otografi </em>dan<em> videograf</em>i yang diberikan gratis bagi anak putus sekolah.</p>
<p>Di Rumah Gemillang Indonesia, anak-anak putus sekolah telah diberikan pelatihan foto dan <em>videografi </em>dengan maksud agar setelah lulus dari kursus ini, mereka dapat memperoleh pekerjaan sesuai keahliannya dan membuka peluang kerja di masyarakat sehingga angka kemiskinan dan pengangguran dapat dikurangi. “Bantuan yang kami peroleh serta penyebaran informasi dari aktivitas <em>La Commune</em> ini tentunya sangat mendukung kelangsungan pelatihan anak putus sekolah di Rumah Gemilang Indonesia” ujar Sigit Iko Sugondo, Wakil Direktur Al-Azhar Peduli Umat.</p>
<p><em>La Commune, </em>diramaikan juga dengan program <em>Photo Hunt </em>yang ditujukan bagi para pecinta fotografi. Pada kegiatan ini, pengunjung dapat menguji kemampuan fotografi lewat 8 tema pemotretan dengan latar ; <em>Super Bike, Custom Bike, Adventure Bike </em>dan<em> Hot Rods.</em> Selain itu, hanya dengan Rp 50.000,-/orang penggemar foto dapat mengikuti workshop dari Id-Photographer yang didukung oleh ME Asia Magazine dan SpeedUp Telkomsel Flash. ”Pengunjung yang tertarik dengan fotografi namun belum sempat belajar, dapat mengikuti seminar dan <em>mini workshop</em> mengenai kreativitas fotografi yang dihubungkan dengan multimedia, informasi teknologi dan <em>internet mobile</em>” ujar Ditto Birawa dari Id-photographer <a href="http://inijakarta.com/wp-content/uploads/2010/07/tabrak.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-669" title="tabrak" src="http://inijakarta.com/wp-content/uploads/2010/07/tabrak-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p>GrattianoDeru, Presiden Direktur PT Putra Wisanna Motorrad – perwakilan  BMW Mottorrad Indonesia mengatakan  “Dalam event ini kami akan mengeluarkan beberapa poduk jagoan BMW Motorrad Indonesia yang akan menjadi fokus penjualan kami di tahun 2010 ini seperti:  BMW F 650 GS (Enduro), BMW R 1200 GS Adventure <em>Special Edition</em> <em>&#8217;30 years Anniversary GS&#8217;</em>, BMW R 1200 R (Urban) dan BMW K 1300 R (Urban)”. Adapun motor BMW R 1200 GS <em>Special Edition</em> ‘30 years Anniversay GS merupakan motor produksi terbatas dalam rangka 30 tahun ulang tahun varian GS, <em>varian yang paling laku di dunia.</em></p>
<p>Rahmad Widjaja Sakti, Direktur Produk dan Marketing dari MLW Telecom selaku produsen perangkat <em>internet wireless broadband</em> SpeedUp yang ikut serta dalam kolaborasi acara ini melalui brand modem SpeedUp <em>Telkomsel Flash </em>mengatakan “Aktivitas ini merupakan ajang yang sangat potensial, mengingat pengunjung yang datang dari berbagai kalangan dan juga menjadikan acara ini sebagai bagian dari rangkaian program edukasi dan sosialisasi layanan internet berkecepatan tinggi Telkomsel Flash, yang juga di adakan di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Medan, di mana kini masyarakat sudah bisa mengakses layanan <em>data High Speed Packet Access Plus (HSPA+) </em>berkecepatan hingga 21 Mbps”.</p>
<p>Menurut Wulung Damardoto, Pre</p>
<img src="http://inijakarta.com/?ak_action=api_record_view&id=659&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inijakarta.com/event-promo/la-commune-uniknya-kolaborasi-komunitas-hobi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Te.. Sate</title>
		<link>http://inijakarta.com/kuliner/te-sate/</link>
		<comments>http://inijakarta.com/kuliner/te-sate/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2010 03:57:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inijakarta.com/?p=645</guid>
		<description><![CDATA[<p>Sunday at 11:06am</p>
<div>
<div><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30812333&#38;op=1&#38;view=all&#38;subj=453844971000&#38;aid=-1&#38;auser=0&#38;oid=453844971000&#38;id=1375064248"><img src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs121.snc4/36390_1328231490591_1375064248_30812333_4061767_a.jpg" alt="" /></a></div>
</div>
<p><strong>Satay  (pronounced /?sæte?/ SA-tay) or sate</strong> is a dish consisting of diced  or sliced chicken, goat, mutton, beef, pork, fish, tofu, or other meats;  the more authentic version uses skewers from the midrib of&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sunday at 11:06am</p>
<div>
<div><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30812333&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=453844971000&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=453844971000&amp;id=1375064248"><img src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs121.snc4/36390_1328231490591_1375064248_30812333_4061767_a.jpg" alt="" /></a></div>
</div>
<p><strong>Satay  (pronounced /?sæte?/ SA-tay) or sate</strong> is a dish consisting of diced  or sliced chicken, goat, mutton, beef, pork, fish, tofu, or other meats;  the more authentic version uses skewers from the midrib of the coconut  leaf, although bamboo skewers are often used. These are grilled or  barbecued over a wood or charcoal fire, then served with various spicy  seasonings.</p>
<p>Satay may have originated in <strong>Java, Indonesia</strong>. It is also popular  in many other Southeast Asian countries, such as: Malaysia, Singapore,  Brunei, Thailand, the southern Philippines and in the Netherlands, as  Indonesia is a former Dutch colony.</p>
<div>
<div><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30812343&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=453844971000&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=453844971000&amp;id=1375064248"><img src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs121.snc4/36390_1328234690671_1375064248_30812343_6876858_a.jpg" alt="" /></a></div>
</div>
<p>Satay  is a very popular delicacy in Indonesia and Malaysia; Indonesia’s  diverse ethnic groups’ culinary art have produced a wide variety of  satays. In Indonesia, satay can be obtained from a travelling satay  vendor, from a street-side tent-restaurant, in an upper-class  restaurant, or during traditional celebration feasts. In Malaysia, satay  is a popular dish &#8211; especially during celebrations &#8211; and can be found  throughout the country. <strong>Close analogues are yakitori from Japan,  shish kebab from Turkey, chuanr from China and sosatie from South  Africa.</strong></p>
<div>
<div><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30812344&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=453844971000&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=453844971000&amp;id=1375064248"><img src="http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs061.ash2/36390_1328236090706_1375064248_30812344_5693009_a.jpg" alt="" /></a></div>
</div>
<p>Turmeric  is a compulsory ingredient used to marinate satay, which gives the dish  its characteristic yellow colour. Meats commonly used include beef,  mutton, pork, venison, fish, shrimp, squid, chicken, and even tripe.  Some have also used more exotic meats, such as turtle, crocodile, and  snake meat.</p>
<div>
<div></div>
<div><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30812334&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=453844971000&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=453844971000&amp;id=1375064248"><img src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs121.snc4/36390_1328232090606_1375064248_30812334_1581624_a.jpg" alt="" /></a></div>
</div>
<p>Satay  may be served with a spicy peanut sauce dip, or peanut gravy, slivers  of onions and cucumbers, and ketupat (rice cakes). Pork satay can be  served in a pineapple-based satay sauce or cucumber relish. An  Indonesian version uses a soy-based dip.</p>
<p><strong>Satay is not the same as the Vietnamese condiment sate</strong>, which  typically includes ground chili, onion, tomato, shrimp, oil, and nuts.  Vietnamese sate is commonly served alongside noodle and noodle-soup  dishes.</p>
<div>
<div><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30812341&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=453844971000&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=453844971000&amp;id=1375064248"><img src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs061.ash2/36390_1328234090656_1375064248_30812341_6705311_a.jpg" alt="" /></a></div>
</div>
<p>Satay  was supposedly invented by Javanese street vendors, based on satay  becoming popular after the influx of Arab immigrants in the early 19th  century. The satay meats used by Indonesians and Malaysians, mutton and  beef, are also favoured by Arabs and are not as popular in China as are  pork and chicken. Another theory states that the word satay is derived  from the Minnan-Chinese words sa tae bak meaning three pieces of  meat.[1]</p>
<img src="http://inijakarta.com/?ak_action=api_record_view&id=645&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inijakarta.com/kuliner/te-sate/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Martabak &#8220;AA&#8221; &#8211; Manggarai</title>
		<link>http://inijakarta.com/kuliner/martabak-aa-manggarai/</link>
		<comments>http://inijakarta.com/kuliner/martabak-aa-manggarai/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2010 06:02:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inijakarta.com/?p=627</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://inijakarta.com/wp-content/uploads/2010/04/MartabakTelur2.jpeg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-628" title="MartabakTelur2" src="http://inijakarta.com/wp-content/uploads/2010/04/MartabakTelur2-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p>Martabak! Siapa yang tak kenal jenis makanan yang satu ini, banyak digemari dan memiliki banyak jenis dan variasi.</p>
<p>Martabak AA yang terletak di Jl. Minang Kabau Manggarai ini berusaha membuat martabak yang berbeda dari yang lainnya. Ternyata pemilik yang&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://inijakarta.com/wp-content/uploads/2010/04/MartabakTelur2.jpeg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-628" title="MartabakTelur2" src="http://inijakarta.com/wp-content/uploads/2010/04/MartabakTelur2-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p>Martabak! Siapa yang tak kenal jenis makanan yang satu ini, banyak digemari dan memiliki banyak jenis dan variasi.</p>
<p>Martabak AA yang terletak di Jl. Minang Kabau Manggarai ini berusaha membuat martabak yang berbeda dari yang lainnya. Ternyata pemilik yang tadinya awam masalah martabak ini sukses besar.  <strong>Surya Jaya Tusin</strong>, adalah pemilik dari martabak &#8220;AA&#8221;,  usaha yang dirintisnya dari bawah ini sekarang setiap hari memiliki omzet mencapai Rp3 juta/hari.<br />
Namun demikian untuk meraih omzet sebesar itu, diakui tidak mudah dan penuh lika-liku. Sebelum mempunyai &#8220;pangkalan&#8221; yang dirasakan membawa berkah yakni di Jalan Minangkabau, Surya mengaku membuka usahanya di Jalan Dr Sahardjo, Tebet. Tepatnya di depan Markas Komando (Mako) Akabri.</p>
<p>&#8220;Ketika itu tahun 1981, saya bersama seorang teman <em>patungan</em><em> </em>untuk berdagang martabak manis dan telor. Karena saya sendiri awam dengan namanya martabak. Sedangkan teman yang bernama Sulaiman itu ahlinya membuat atau memasak martabak manis. Sejak saat itulah saya terus-menerus belajar memasak martabak manis dan juga martabak telor dari Sulaiman,&#8221; ungkap Surya, di rumahnya di Jalan Teratai II, Perumahan Duta Indah, Pondok Gede, Bekasi.<br />
Belum genap seminggu, lanjut Surya, Sulaiman mendapat interlokal bahwa anaknya di Denpasar, Bali, sakit.</p>
<p>Sejak saat itulah, Surya harus berjualan martabak sendiri.<br />
Padahal, ia mengaku belum bisa memasak martabak manis ataupun martabak telor. Akibat teman usahanya menetap di Bali, Surya jadi terbiasa melayani pembeli.<br />
&#8220;Walaupun Sulaiman tidak pernah datang, dia tetap teman usaha dan bagian keuntungannya pun tetap dikirim setiap bulannya. Karena saya bisa seperti sekarang, lantaran dia juga. <em>Nah</em>, sangat tidak baik, bila kita berhasil lalu menendang teman yang telah memberikan jalan untuk hidup,&#8221; jelas Surya, putra Bangka, kelahiran di Lorong Gedong, Lapang Hatta, Palembang pada 17 November 1957 ini.<br />
<strong>***</strong><br />
USAHA yang dijalani itu berawal setelah Surya menyelesaikan pendidikannya di SMA swasta di Muntok, Bangka pada tahun 1978. Ia merantau ke Jakarta. Setahun kemudian ia kembali ke Palembang, bekerja di Toko Obat &#8220;Faratu&#8221; di Pasar 16, milik pamannya.<br />
Bekerja di toko milik pamannya, Surya merasa tidak puas. Lagi pula pamannya, tidak memberikan masa depan yang lebih baik. Surya kemudian mengambil langkah untuk keluar dari tempatnya bekerja, dan memilih untuk merantau kembali ke Jakarta.<br />
&#8220;Saya minta izin untuk berekreasi ke Bali. Paman mengizinkan, asalkan cepat pulang. Tapi, rekreasi ke Bali itu hanya alasan. Karena saya langsung pergi ke Bandung. Dan di Bandung, saya bertemu Sulaiman yang ahli memasak martabak manis. Sulaiman itu aslinya juga Bangka. Bersama Sulaiman, itulah akhirnya kita berdagang martabak berlabel &#8216;AA&#8217;,&#8221; ucap Surya yang beristrikan Dewi Meganingrum, wanita asli Jakarta.<br />
Nama &#8220;AA&#8221; menurut Surya diambil dari namanya dan nama rekannya, Sulaiman, yakni A Siang (Surya) dan A Kiu (Sulaiman).<br />
Dengan modal awal Rp1,9 juta pada tahun 1981. Kini Martabak &#8220;AA&#8221;, mampu meraih omzet Rp3juta/hari. Sementara kontrak tempat di Jalan Minangkabau, pertahun mencapai Rp17,5 juta.<br />
&#8220;Pada awalnya kontrak setahunnya hanya Rp2,5 juta. Tapi sekarang Rp17,5 juta pertahunnya. Jadi, semuanya memang harus dibayar. Belum lagi untuk keamanan dan kebersihan lingkungan di Jalan Minangkabau, kita juga mengeluarkan dana lebih dari Rp250.000 tiap bulannya. Pokoknya, semuanya itu sudah merupakan rezeki dari Allah SWT. Jadi kita <em>musti</em> ikhlas. Termasuk kewajiban kita sebagai muslim, yakni 2,5 persen untuk fakir-miskin,&#8221; kata Surya yang setiap hari harus menyiapkan tiga peti telor ayam, 50 Kg gula pasir, dan lima kaleng mentega dan bahan-bahan makanan lainnya untuk dagangannya.<br />
<strong>***</strong><br />
SURYA dengan Martabak &#8220;AA&#8221;-nya yang sejak 1991 bermarkas di Jalan Minangkabau, kini memang telah dikenal segenap lapisan masyarakat yang sering melewati jalan tersebut.<br />
Martabak &#8220;AA&#8221; yang diawaki 14 orang tersebut, memang terus dibanjiri pelanggannya. Terlebih bila malam Minggu, pelanggannya yang hampir seluruhnya bermobil itu nyaris memacetkan jalan.<br />
Menjawab pertanyaan tentang kiatnya sehingga usahanya terus melambung, Surya menjelaskan, selain tekun juga dalam memilih telor. Jika banyak pedagang membuat martabak menggunakan telor bebek, maka Martabak &#8220;AA&#8221; menggunakan telor ayam. Soal martabak manis yang banyak penggemarnya, pria itu hanya berucap, &#8220;Itu rahasia perusahaan.&#8221;<br />
Jika diizinkan Allah, dia berharap bisa membuka cabang Martabak &#8220;AA&#8221; di tempat lain. Dengan demikian, akan banyak tenaga kerja yang terserap didalamnya.<br />
Soal, karyawannya dia menjelaskan bahwa karyawan yang baru bergabung dengannya memperoleh gaji Rp300.000/bulan bersih. Makan dan tidur telah disediakan. Demikian juga apabila sakit, juga mendapatkan pengobatan secara cuma-cuma.<br />
&#8220;Karyawan yang memang sudah dibilang ahli, menerima gaji diatas Rp700.000/bulan, plus tunjangan tambahan pada setiap Sabtu malam. Pengobatan juga kami berikan. Misalnya ada yang kawin pun kami berikan bantuan secukupnya. Dan tunjangan Lebaran sebulan gaji. Setiap tahun atau saat Lebaran kita libur 12 hari, ya liburnya ya hanya setahun sekali,&#8221; ujar ayah tiga orang anak masing-masing Telly Malinda, Sherly, dan Sheril yang duduk di bangku Kelas III SMA itu.<br />
Dari hasil mengais rezeki di Jalan Minangkabau, Surya dan keluarganya mampu membeli dua rumah yang dijadikan satu di bilangan Pondok Gede, Bekasi. Bukan hanya itu, sebuah mobil Toyota Kijang keluaran terbaru juga terparkir di rumahnya yang berlantai dua.<br />
Di teras rumahnya yang tertata rapih, terparkir sepeda motor Suzuki keluaran tahun 1985 yang dibelinya seharga Rp250.000, tetap terjaga dan terawat.<br />
Tentang sepeda motor yang sudah menjadi &#8220;arwah&#8221; bagi Surya, tidak akan dialihkan kepada siapapun.<br />
&#8220;Bagi saya motor Suzuki ini merupakan awal perjalanan hidup saya bisa seperti sekarang. Saya akan terus rawat. Sekarang ini perlu diperbaiki dan diganti akinya, saya masih tukang untuk memperbaikinya,&#8221; ungkap Surya, tentang sepeda motor kesayangannya.<br />
Yang paling membahagiakan keluarga Surya, adalah prestasi yang diraih putri sulungnya Telly Malinda yang kini menjadi &#8220;penghuni&#8221; Pelatnas SEA Games Vietnam, di Bandung.<br />
&#8220;Telly kemarin masuk Pelatnas Karate untuk SEA Games Vietnam. Itu berarti untuk pertama kalinya bagi anak saya, membela nama Bangsa Indonesia di <em>event</em> SEA Games. Bagi saya Telly, adalah satu-satunya anak yang berprestasi di dunia karate. Dan ia kini menjadi mahasiswa Fakultas Sastra Inggris Universitas Kristen Indonesia (UKI) semester 9. Mudah-mudahan ia mampu menunjukkan prestasi terbaiknya,&#8221; harap Surya.</p>
<p><iframe width="600" height="400" frameborder="0" scrolling="no" marginheight="0" marginwidth="0" src="http://maps.google.com/maps/ms?ie=UTF8&amp;hl=en&amp;msa=0&amp;msid=115644830738490767071.00048403d86aac9790706&amp;ll=-6.210506,106.845989&amp;spn=0.010239,0.013733&amp;z=16&amp;output=embed"></iframe><br /><small>View <a href="http://maps.google.com/maps/ms?ie=UTF8&amp;hl=en&amp;msa=0&amp;msid=115644830738490767071.00048403d86aac9790706&amp;ll=-6.210506,106.845989&amp;spn=0.010239,0.013733&amp;z=16&amp;source=embed" style="color:#0000FF;text-align:left">Untitled</a> in a larger map</small></p>
<img src="http://inijakarta.com/?ak_action=api_record_view&id=627&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inijakarta.com/kuliner/martabak-aa-manggarai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Soto Husen &#8211; Manggarai</title>
		<link>http://inijakarta.com/kuliner/soto-husen-manggarai/</link>
		<comments>http://inijakarta.com/kuliner/soto-husen-manggarai/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2010 02:46:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inijakarta.com/?p=615</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://inijakarta.com/wp-content/uploads/2010/04/0753118p.png"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-619" title="0753118p" src="http://inijakarta.com/wp-content/uploads/2010/04/0753118p-150x150.png" alt="" width="150" height="150" /></a><br />
Soto, adalah jenis makanan sejuta umat. Hampir di setiap daerah mempunyai ciri khas makanan yang satu ini. Dari model bening seperti di Jawa Tengah, sampai yang bersantan seperti Soto Betawi misalnya.</p>
<p>Nah, untuk Soto Betawi, ada satu yang lumayan&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://inijakarta.com/wp-content/uploads/2010/04/0753118p.png"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-619" title="0753118p" src="http://inijakarta.com/wp-content/uploads/2010/04/0753118p-150x150.png" alt="" width="150" height="150" /></a><br />
Soto, adalah jenis makanan sejuta umat. Hampir di setiap daerah mempunyai ciri khas makanan yang satu ini. Dari model bening seperti di Jawa Tengah, sampai yang bersantan seperti Soto Betawi misalnya.</p>
<p>Nah, untuk Soto Betawi, ada satu yang lumayan terkenal di Jakarta.<br />
Tepatnya di Jalan Padang, Manggarai, Jakarta Selatan, letaknya diantara toko olahraga dan furniture antik tidak jauh dari Pom Bensin. Tidak begitu mencolok memang, tetapi mudah dikenali karena pada saat jam makan dipenuhi mobil parkir dan juga spanduk bertuliskan  ’Soto Betawi Haji Husen’.</p>
<p>Satu porsi soto betawi buatan Husen antara lain berisi potongan paru, babat, daging, serta lidah sapi, yang sebelumnya sudah digoreng. Namun mereka yang memiliki selera khusus bisa memilih menunya sendiri, seperti hanya lidah sapi saja atau paru saja.</p>
<p>Ditemui di sela kesibukannya melayani pelanggan, Husen menuturkan bahwa usaha dagang soto betawi yang digelutinya saat ini adalah usaha turun-temurun dari almarhum Kaiban, ayahnya.</p>
<p>Husen adalah generasi keempat yang meneruskan usaha dagang soto tersebut.<br />
Husen merupakan generasi keempat yang meneruskan usaha dagang soto tersebut, yang pada sekitar tahun 1940-an didirikan oleh ayahnya.</p>
<p>”Setelah bapak saya, dua kakak saya yang melanjutkan usaha ini. Kemudian menurun ke saya sejak tahun 1964 hingga saat ini,” ujar pria asli Pasar Rumput yang saat ini menetap di daerah Beji, Depok.</p>
<p>Semula warung soto yang dikelola Kaiban, ayah Husen, terletak di Jalan Minangkabau, Manggarai. Warung soto tersebut kemudian pindah pada tahun 1960 ke Jalan Padang, masih di wilayah Manggarai, hingga tahun 1970.</p>
<p>”Setelah berdagang di Jalan Padang selama 15 tahun, sekitar tahun 1985 warung pindah ke Jalan Sultan Agung, juga di kawasan Manggarai, dan terakhir pindah ke warung ini tahun 1989 hingga sekarang,” ujar Husen.</p>
<p>Menu andalannya adalah potongan lidah sapi, paru, serta babat yang dicampurkan ke dalam kuah soto yang gurih karena santannya cukup kental, kemudian dicampur dengan racikan bumbu yang pas. Sangat menggugah selera.</p>
<p>”Racikan bumbu yang saya buat memang kuncian dari orangtua saya. Tapi yang jelas kuah sup yang saya hidangkan cukup kental sehingga rasa soto menjadi gurih. Sementara untuk daging, lidah, serta paru sapi, agar empuk sebelum digoreng terlebih dahulu saya rebus,” ujar Husen.</p>
<p><strong>Selalu Habis.</strong><br />
Semula Husen hanya menjual soto betawi dengan daging sapi sebanyak 5 kilogram per hari. Saat itu, sekitar tahun 1989, warungnya juga masih berukuran 3 m x 3 m. Namun lantaran jumlah pelanggannya bertambah banyak, kebutuhan dagingnya juga terus meningkat.</p>
<p>Saat ini, setiap harinya Husen butuh satu kuintal daging sapi serta empat panci besar kuah soto. Untuk bisa menghasilkan kuah soto yang gurih, dalam sehari juga dibutuhkan sedikitnya 60 butir kelapa untuk diambil santannya.</p>
<p>Daging sapi serta kuah soto sebanyak itu ternyata bisa habis terjual hanya sekitar tujuh jam berdagang pada hari Sabtu dan Minggu.</p>
<p>”Kalau Sabtu dan Minggu saya sudah buka sejak pukul 07.00 hingga pukul 17.00. Tapi biasanya soto buatan saya sudah habis terjual sekitar pukul 14.00. Sementara untuk hari biasa pada Senin hingga Kamis, biasanya soto buatan saya baru habis terjual pada pukul 17.00,” ujar Husen yang juga menyebutkan bahwa warungnya tutup pada hari Jumat.</p>
<p>Warung soto betawi itu menjadi salah satu warung yang menjadi pilihan para karyawan saat makan siang. Menurut Husen, biasanya pada hari Senin hingga Kamis, terutama jam-jam menjelang makan siang, pelanggannya sudah antre.</p>
<p>”Awalnya pelanggan yang datang adalah karyawan yang bekerja di sekitar Manggarai, selanjutnya para karyawan dari Kuningan, dan saat ini sudah hampir dari seluruh Jakarta yang datang ke sini,” katanya.</p>
<p>Sementara itu pada Sabtu dan Minggu kebanyakan pelanggannya adalah keluarga yang menikmati liburan. Saking terkenalnya warung makan milik Husen itu, pelanggannya pada Sabtu dan Minggu juga banyak yang berasal dari luar daerah.</p>
<p>”Ada pelanggan dari luar pulau Jawa yang menyempatkan makan di sini. Kebanyakan mereka dari bandara langsung ke sini hanya untuk membeli soto,” ujar Husen yang mematok harga kurang lebih Rp 15.000 untuk satu porsi soto betawi.</p>
<p><iframe width="600" height="600" frameborder="0" scrolling="no" marginheight="0" marginwidth="0" src="http://maps.google.com/maps/ms?ie=UTF8&amp;hl=en&amp;oe=UTF8&amp;msa=0&amp;msid=115644830738490767071.000484035248273d084de&amp;ll=-6.210826,106.846418&amp;spn=0.007466,0.00912&amp;z=16&amp;output=embed"></iframe><br /><small>View <a href="http://maps.google.com/maps/ms?ie=UTF8&amp;hl=en&amp;oe=UTF8&amp;msa=0&amp;msid=115644830738490767071.000484035248273d084de&amp;ll=-6.210826,106.846418&amp;spn=0.007466,0.00912&amp;z=16&amp;source=embed" style="color:#0000FF;text-align:left">Soto Husen</a> in a larger map</small></p>
<img src="http://inijakarta.com/?ak_action=api_record_view&id=615&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inijakarta.com/kuliner/soto-husen-manggarai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Opening Now &#8211; Cali Deli at La Codefine Kemang</title>
		<link>http://inijakarta.com/kuliner/opening-now-cali-deli-at-la-codefine-kemang/</link>
		<comments>http://inijakarta.com/kuliner/opening-now-cali-deli-at-la-codefine-kemang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Mar 2010 01:38:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>deny</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inijakarta.com/?p=541</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://inijakarta.com/wp-content/uploads/2010/03/iss.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-563" title="iss" src="http://inijakarta.com/wp-content/uploads/2010/03/iss-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p>&#8220;Sandwidch&#8221; bagi sebagian masyarakat Indonesia dianggap sebagai makanan yang kebarat-baratan atau &#8220;western culutre&#8221; food, bahkan ada yang menyamakan/mensejajarkannya sebagai &#8220;Junk Food&#8221;.</p>
<p>Tetapi tidak demikian dengan restoran CALI DELI, pada bulan Juni tahun 2006 berhasil menciptakan Sandwich dengan perpaduan antara&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://inijakarta.com/wp-content/uploads/2010/03/iss.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-563" title="iss" src="http://inijakarta.com/wp-content/uploads/2010/03/iss-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p>&#8220;Sandwidch&#8221; bagi sebagian masyarakat Indonesia dianggap sebagai makanan yang kebarat-baratan atau &#8220;western culutre&#8221; food, bahkan ada yang menyamakan/mensejajarkannya sebagai &#8220;Junk Food&#8221;.</p>
<p>Tetapi tidak demikian dengan restoran CALI DELI, pada bulan Juni tahun 2006 berhasil menciptakan Sandwich dengan perpaduan antara budaya barat dengan cita rasa Asia, yaitu &#8221; Vietnamese Sandwich&#8221; yang merupakan kombinasi &#8220;Roti Perancis/Baguette&#8221;, sayur segar dan aneka daging pilihan yang berkualitas yang telah diolah sedemikian rupa dengan bumbu yang beraroma khas Vietnam.</p>
<p>Selain itu inovasi CALI DELI adalah &#8220;Lemon Grass Sandwich&#8221;, best seler ditempat ini yang sangat digemari oleh pengunjung CALI DELI. Sandwich yang masih bercita rasa vietnam ini menjadi favorit selama hampir empat tahun terakhir.<a href="http://inijakarta.com/wp-content/uploads/2010/03/isi-cali-deli.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-559" title="isi-cali-deli" src="http://inijakarta.com/wp-content/uploads/2010/03/isi-cali-deli-300x187.jpg" alt="" width="300" height="187" /></a></p>
<p>Saat ini CALI DELI telah membuka outlet di berbagai tempat di bilangan Jakarta. Seperti di BEJ-SCBD, Fx Sudirman, The Promanade-Pejaten, dan yang terbaru berada di La Codefin &#8211; Kemang.</p>
<p><a href="http://inijakarta.com/wp-content/uploads/2010/03/isicalideli.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-561" title="isicalideli" src="http://inijakarta.com/wp-content/uploads/2010/03/isicalideli-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p>Pembukaan outlet di La Codefin Kemang  telah dilakukan bulan Maret ini yang dihadiri oleh berbagai kalangan termasuk dari media.<a href="http://inijakarta.com/wp-content/uploads/2010/03/isicalideli2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-560" title="isicalideli2" src="http://inijakarta.com/wp-content/uploads/2010/03/isicalideli2-199x300.jpg" alt="" width="199" height="300" /></a></p>
<img src="http://inijakarta.com/?ak_action=api_record_view&id=541&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inijakarta.com/kuliner/opening-now-cali-deli-at-la-codefine-kemang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
