Anda suka? share!

“BB Nadya gw setrap gak boleh pake lagi.. sekarang ganti hp yang murahan”

“Iya, kayanya anak gw bakal gw setrap juga, masa jadi sering lupa tugas sekolah”

“Lagian masih SMP kok udah dikasih BB sih?”

Demikian kehebohan ibu-ibu disebuah group karena anak-anaknya jadi sedikit bermasalah setelah mereka dibekali dengan ponsel canggih.

Sebenarnya seberapa perlu anak-anak boleh membawa HP?

HANDPHONE di tangan anak bisa bermanfaat untuk komunikasi. Namun sebaliknya, dapat juga menjadi bumerang perilaku menyimpang. Bagaimana sebaiknya?

Inovasi terbesar dalam sejarah manusia yang satu ini memang sangat menarik. Tua-muda, di kota maupun di pedesaan, mayoritas sudah tidak asing dengan telepon tanpa kabel itu.

Walaupun pada awalnya Hanphone (HP) adalah alat untuk berkomunikasi, pada perkembangannya tidak lagi demikian. HP menjadi perangkat multimedia melalui berbagai fitur menarik seperti games, radio, kamera, video, hingga internet. Bahkan HP berfitur minimalis pun biasanya dilengkapi fasilitas games.

Nah, selain ringtone bersuara unik dan casing yang lucu, aneka games inilah yang paling menarik perhatian anak-anak. Psikolog anak dari Universitas Indonesia Dra Mayke S Tedjasaputra Msi mengemukakan, pemberian HP pada anak harus melihat tujuan dan kepentingannya. Maksudnya, anak diberi HP untuk apa? Tidak dibenarkan membelikan HP kalau sekadar ikut-ikutan tren.

“Tapi kalau memang penting dan ada urgensi tertentu, orangtua boleh saja memberi HP, tapi beri tahu juga batasan-batasannya,” sebut psikolog yang juga play therapist ini. Untuk menghindari sikap pamer atau ajang saingan antar-teman, sebaiknya anak dibelikan HP dengan fitur sesuai fungsi dan kebutuhan. Ini kembali pada esensi atau tujuan utama pemberian HP pada anak, yakni untuk kepentingan komunikasi dengan orangtua.

Misalkan memudahkan komunikasi saat menjemput anak di sekolah. Apalagi saat ini anak-anak di perkotaan sering kali mengikuti banyak les. “Kalau hanya sebatas kepentingan komunikasi, tidak perlu yang sangat canggih kata psikolog anak dari Klinik Anakku, Ike R Sugianto Psi.

Dampak negatif lainnya, pada HP berfitur canggih yang dilengkapi internet memungkinkan anak tergoda mengakses gambar-gambar tidak senonoh, ataupun melakukan “kenakalan-kenakalan” yang sulit dikontrol, seperti menggunakan kamera HP untuk memotret orang-orang di toilet. Lebih parah lagi, mengedarkannya ke teman-teman.

Namun, jika suatu ketika orangtua mendapati SMS atau gambar porno di HP anaknya, jangan langsung memarahi, sebab anak akan kapok dan tidak mau bercerita lagi. “Katakan dengan hati-hati bahwa itu adalah sesuatu yang tabu dan tidak dibenarkan ,” tandas Ike.
Yang jadi pertanyaan, sebagai orang tua apakah anak-anak memang perlu atau tidak perlu untuk memakai HP? pertanyaan ini mungkin dikembalikan lagi kepada orang tua masing-masing, orang tua lah yang paling tau mana yang baik buat anaknya dan mana yang tidak.

Ada beberapa rambu-rambu yang perlu diperhatikan sebelum memberi anak kebebasan memakai HP, berikut adalah tipsnya :

1. Perhatikan Fitur HP
Idealnya sebuah HP bagi anak-anak hanya digunakan berkomunikasi baik telepon maupun sms. Untuk itu HP untuk anak lebih baik HP yang tidak terlalu canggihspeeti kelengkapan akses internet, kamera, mp3 atau fitur menarik lainnya. Hal ini juga untuk menghindari anak mengakses situs dewasa dari HP atau menghindarkan anak untuk berbuat yang tidak diinginkan.

2. Batasi Pulsa
Kebutuhan komunikasi anak-anak mungkin tidak terlalu banyak jika dibandingkan dengan orang dewasa, jadi pulsa yang dibutuhkan juga lebih sedikit. Sebagai orang tua alangkah lebih bijak jika membatasi pulsanya dalam sebulan. Tentukan sendiri pulsa yang diberikan untuk anak, mungkin Rp 20.000 bagi anak sudah lebih dari cukup.

3. Cek Secara Rutin
Saat anak tidur, lebih baik cek lah HP nya, baik itu inbox smsnya atau daftar panggilan. Mungkin disini bisa ditemukan hal-hal yang kita sendiri tidak mengetahuinya.

 

Dari berbagai sumber

Komentar
Anda suka? share!