Anda suka? share!

Beberapa bangunan yang ditata apik di atas lahan berkontur dengan rimbunan berbagai tanaman hias menyejukan pandangan, diselingi suara gemerisik daun saat tertiup angin membuat nyaman untuk berlama-lama menikmatinya. Sayup-sayup terdengar suara ibu-ibu muda yang sedang berlatih membuat suatu kreasi dengan tanaman hias. Ibu-ibu sarjana ini adalah pegawai dari Balai Besar Kantor Kementrian Pertanian Lembang yang ditugaskan mengikuti pelatihan Agri Kreatif di Rumah GEDY milik pasangan suami istri Bp. Arif dan Ibu Ratih. Mereka sebagai tim penyuluh akan mensosialisasikan kretifitas tanaman hias ini kepada kelompok-kelompok tani binaannya di Lembang. Penyampaian materi dan praktek yang diberikan ibu Ratih membuat para peserta antusias seperti halnya Ibu Etty lulusan S2 Unpad yang merasa tertarik dan terbuka wawasannya setelah mengikuti pelatihan ini hingga tak sabar ingin mempraktekannya pada Diklat nanti.

Berangkat dari hoby berkreasi dibidang tanaman dan sering mengikuti event pameran hingga membantu para petani di wilayah bogor maka keberadaan dan eksistensi ibu Ratih  dalam kreasi tanaman menjadikan dirinya dikenal banyak kalangan. Kreasi unik yang memanfaatkan barang-barang bekas yang ada dilingkungan menjadi lebih bermanfaat sebagai media tanam dirasakan manfaatnya oleh petani sebagai alternatif maupun nilai tambah dalam uasaha pertanian. Pemerintah setempatpun jatuh hati terhadap kreasi seni ini, maka pada tahun 2006 dibangunlah Rumah GEDY di wilayah Ciawi, Puncak Jawa Barat dengan beberapa bantuan dari pemerintah. GEDY adalah singkatan dari Gapoktan (gabungan Kelompok Tani) Embun (air) Daun (tanaman) Yasa (tanah) yang secara makna adalah sekolompok petani yang terbentuk dari 3 unsur yaitu air, tanaman dan tanah.

Rumah GEDY yang dibangun dengan kerimbunan tanaman ini dipersiapkan untuk Program Pelatihan Agri Kreatif yang akan membantu kelompok-kelompok tani agar lebih kreatif dalam usaha pertaniannya. Ternyata tidak hanya dari kelompok tani saja, pegawai instansi, pemerintahan, BUMN, Swasta hingga murid-murid sekolah telah memiliki jadwal tetap untuk mengikuti program pelatihan pertanian di Rumah GEDY ini. Dengan konsep hutan kecil, peserta pelatihan dapat terjun langsung memilih tanaman apa yang dirasa cocok untuk dibuat kreasi hingga mempergunakan alat pengolahan pupuk organik yang memproses sampah tanaman menjadi humus.

Ngga cuma di tanaman saja, unsur tanah yang dimiliki Rumah GEDY diolah menjadi berbagai bentuk keramik yang unik seperti mug, kap lampu, pot hingga alat musik…hhmmm. Tanah bernyanyi itulah sebutan bagi kelompok musik keramik pimpinan Bp. Arif yang juga memiliki jiwa seni tinggi. Berbagai ukuran keramik yang ditabuh mengikuti rasa mengeluarakan bunyi yang harmonis. Berbagai event pertunjukan telah diikuti dan akan terus berkembang hingga manca negara, menyanyikan tanah indonesia yang subur dan kreatif. (akusetiawan)

Komentar
Anda suka? share!