Anda suka? share!

Karya tari ini menceritakan pengalaman hidup sang koreografer ketika mengidap skizofrenia: apa saja yang terjadi ketika ia mengalami berbagai halusinasi. Dalam karya ini pun tergambar bahwa penderita skizofrenia bukanlah makhluk tak berdaya, dan betapa keliru stigma dari masyarakat yang menganggap penyakit ini sebuah kutukan. Pada kenyataannya skizofrenia, yang bisa diderita oleh siapa pun tanpa perkecualian, adalah penyakit yang bisa disembuhkan.

Yudistira Syuman (lahir 1968) menyelesaikan sekolah tari di Ballet Sumber Cipta tahun 1985. Ia lalu melanjutkan di Folkwang Hochshule di Essen Jerman, di mana ia belajar balet klasik, tari modern, maupun tarian rakyat Eropa dan flamenco. Setelah lulus, ia bergabung dengan Folkwang Tanz Studio Company dan berpentas maupun berkolaborasi dengan sejumlah seniman di Eropa. Kini ia mengajar di sekolah Ballet Sumber Cipta dan menjadi koreografer bagi Kreativit├Ąt Dance Indonesia.

Komentar
Anda suka? share!