Anda suka? share!

Dalam buku setebal 170 halaman itu Ramon membaginya dalam beberapa bab apa itu stand up comedy, mengumpulkan materi atau gathering your material, make your material, get on stage, dan berkarir di bidang stand up comedy.

Berbeda dengan komedi konvensional yang dari dulu kita kenal dengan lawakan, stand up comedy memerlukan teknik tersendiri. ”Tidak kurang ada tiga ratus teknik dalam stand up comedy,”ujar Ramon Papana, pelopor stand up comedy di Indonesia saat ditemui inijakarta.com di Comedy Café di bilangan Kemang, Jakarta Selatan.
Host dan mentor acara stand up comedy Open Mice di Metro TV ini telah memperjuangkan sejak tahun 1997 stand up comedy menjadi genre comedy yang disukai oleh masyarakat Indonesia.
”Sekarang ini bukan hanya di televisi, stand up comedy sedang tumbuh di kampus-kampus. Setelah kami tampil di Universitas Indonesia (UI), Universitas Tarumanagara (Untar), dan dalam waktu dekat kami akan tampil di Insititut Teknologi Bandung (ITB),”ungkap Ramon Papana, yang dulu pernah membuat program televisi Lenong Rumpi bersama Harry de Fretes.
Fenomena stand up comedy kian menyeruak di dunia hiburan Indonesia. Masyarakat disuguhi alternatif tontonan humor. Bukan hanya di Jakarta, perkembangan stand up comedy sampai ke berbagai daerah di tanah air.

Agar masyarakat mengenal lebih dekat dengan stand up comedy, juga buat mereka yang ingin menjadi Comic, Ramon Papana dalam waktu dekat akan menerbitkan buku Kitab Suci akronim dari Kiat Tahap Awal Stand Up Comedy.
”Buku ini untuk mereka yang ingin belajar stand up comedy. Karena buku ini memuat dasar-dasar pengetahuan tentang stand up comedy,”ungkap Ramon yang menyusun buku Kitab Suci sendiri selama lebih dari satu tahun.

”Jadi, untuk menjadi seorang Comic harus tahu dulu dasar-dasarnya, mulai dari apa itu stand up comedy dan sejarahnya, kemudian mengumpukan bahan ceritanya, lalu bagaimana bahan itu menjadi humor dan lucu,bagaimana semestinya di panggung ketika membawakan material tadi, perfomanya.
Dan,bagaimana berkarir di stand up comedy. Dasar-dasar inilah yang mesti dipahami oleh calon Comic,”papar Ramon. Buku Kitab Suci ini sequel pertama dari trilogy buku tentang stand up comedy.

“Yang terberat adalah hampir semua Comedian mengalami kegagalan di penampilan pertama. Saya tidak percaya jika Stand Up Comedy bisa dipelajari dengan mengandalkan bakat alam, Comic hanya bisa profesional bila memelajari teori dan tekniknya dengan benar!”, jelas Ramon Papana.

Buku Kitab Suci ini diterbitkan karena banyak yang ingin belajar stand up comedy. Kian waktu semakin banyak yang menanyakan kalau mau belajar ada bukunya, gak?.
”ada tapi dari luar negeri. Awalnya saya mau menterjemahkan saja, tetapi tidak semua teori luar bisa cocok dengan Indonesia.
Apalagi dalam dunia komedi ada motto, komedi atau humor itu milik bangsa sendiri,”kata Ramon. Dia mengakui bahwa sebagian dari teori – teori yang ada di Kitab Suci didapat dari berbagai buku stand up comedy terbitan luar negeri.

 

Komentar
Anda suka? share!