Anda suka? share!


Jakarta – Alunan harmonisasi musik yang tercipta lewat jari jemarinya diatas gitar, menghipnotis ratusan penikmat seni yang memenuhi gedung teater Salihara Jakarta Selatan, rabu malam (01/12). Dalam konser tunggalnya kali ini, Dewa Budjana membawakan karya-karya pilihan terbaiknya, antara lain “Kromatika”.

Pemilik nama asli I Gede Dewa Budjana, sudah lama berencana menggelar konser tunggalnya ini namun kerap tertunda. Terakhir kali gitaris band GIGI ini menggelar konser tunggal pada tahun 2007 silam dan baru terealisasikan rabu malam kemarin (01/12).

Bertepatan dengan hari AIDS, gitaris Indonesia paling menonjol saat ini, Dewa Budjana justru tak punya konsep untuk konsernya kali ini. “banyak orang yang mengaitkan konser tunggal ini dengan Hari AIDS, tanggal lahir almarhum pemain bass ternama Jaco Pastorius, bencana yang menimpa tanah air. Padahal semua serba kebetulan.” Ujar Ayah dua anak ini. “saya bingung saat sewaktu orang bertanya apa judul dan konsep konser ini.” tambahnya.

Konser yang berlangsung selama 2 jam semalam, Dewa Budjana membawakan sekitar 20 lagu dari empat Album yang pernah ia rilis, Pria yang telah malang melintang di dunia musik Indonesia dalam berbagai peran ini, mampu mencuri perhatian penonton dengan sajian instrument musik yang dikemas secara apik hasil kolaborasi beberapa musisi yang turut membantu jalannya konser tadi malam, antara lain Sandy Winarta (drum), Shadu Shah Chaidar (bass), Irsa Destiwi (piano), Dandy Lasahido (keyboards), Saat (suling), Jalu (perkusi). Dewa Budjana juga menampilkan dua lagu baru Dawaiku dan Gangga yang rencananya akan dirilis pada Januari mendatang, Kendati tak berjudul dan tanpa konsep, konser kali ini amat berarti buat dirinya. “Saya menyebutnya song Book.” ujarnya. ES

Komentar
Anda suka? share!