Anda suka? share!

Mau makan enak sambil menikmati berberbagai koleksi barang-barang seni yang mengagumkan? Datang saja ke JakBali Art Gallery Café and Restaurant, dijamin Anda bakal memperoleh malam yang sangat berkesan.

Malam sudah tinggi. Gelapnya pun terlihat semakin temaram. Entah kenapa malam itu terasa lebih indah dibandingkan malam sebelumnya. Sorotan lampu warni-warni dari beberapa sudut membuat  langit terlihat begitu menawan. Ditambah lagi, sayup-sayup terdengar  alunan tembang yang dinyanyikan Jason Miraz bertajuk Im Yours, sepertinya mampu ‘menyihir’ banyak orang untuk berlama-lama di JakBali Art Gallery Café and Restaurant yang terletak di kawasan Kemang Timur II, Jakarta Selatan.

Sesuai namanya JakBali, menyatukan perpaduan dua kultur, Jakarta dan Bali yang melahirkan sebuah konsep gallery, café dan restoran. Tentunya kehadiran JakBali diharapkan bisa memberikan sesuatu yang berbeda ditengah-tengah hiruk pikuk kota Jakarta  yang semakin pengab dan padat.

Konsep interior dan eksteriornya saja sangat unik dan menarik. Memasuki pelataran Jakbali kita sudah disuguhkan pemandangan deretan lampu obor yang seakan membuat pengunjungnya penasaran. Suasana romantis memang sudah terasa dari luar.

Begitu pula halnya ketika kita memasuki interiornya. Sebelum menuju ke café, setiap pelanggan pasti akan mendapat suguhan berbagai pajangan karya-karya seni yang  mengagumkan.

Kalau sudah di JakBali, semua kepenatan seakan tiba-tiba sirna. Tidak bising alias jauh dari keramaian. Anda bisa menyantap beragam menu western yang disajikan sambil menikmati hingga membeli beragam karya seni.

Maklum , selain menyajikan makanan yang lezat, JakBali juga menjual berbagai benda-benda seni dan antik, mulai dari berbagai aliran lukisan, beragam meubel, mulai dari kursi, gazebo, lemari hingga  tempat tidur  dari kayu-kayu pilihan yang usianya mencapai ratusan tahun. Meja makan misalnya, terbuat dari kayu solid utuh sepanjang 4 meter. Ada pula tempat tidur yang terbuat dari kayu ulin seberat 1,5 ton. Waw..sudah terbayang kokoh pastinya.

Uniknya produk-produk di JakBali terbatas dan langka baik desain maupun bahannya. Karena dalam pembuatan produknya memanfaatkan kayu-kayu kuno peninggalan Belanda, misalnya dari bantalan rel kereta api dan juga jembatan. Tak jarang nilai untuk satu produknya cukup tinggi. Namun jika dilihat dari nilai sejarah dan sentuhan karya seni yang penuh dengan kreativitas, nominal bukanlah harga yang mahal. Jika Anda pengkoleksi barang antik rasanya JakBali juga pas untuk dijadikan alternatif barang-barag buruan Anda.

Lepas dari gallery, Anda akan menikmati suasana café yang juga tak kalah indah dan tentunya romantis. Anda bisa memilih ingin menghabiskan malam bersama dengan pasangan atau keluarga di tepian kolam renang  atau menikmati keindahan malam dengan lampu-lapu yang mempesona, tinggal memilih. Pastinya, ketika berada disini Anda bakal memiliki malam yang sulit untuk dilupakan.

Memadukan  antara  gallery, café dan restoran memang bukan pekerjaan  mudah alias tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan pemikiran, modal dan pemahaman yang tinggi untuk mewujudkan ini.  Tapi, Bayu W. Sugiarto beserta rekan-rekannya mampu mewujudkan itu. Apalagi, konsep  gallery café seperti ini sangat jarang sekali ditemui di Indonesia. Kalau pun ada, mungkin hanya di Bali yang terkenal dengan beragam karya seninya.

“Kunci suksesnya, punya kemauan, hobi dan teman. Karena kalau bisnis tidak didasari hobbi akan sulit,” ujar Bayu kepada inijakarta.com.

Lebih lanjut Bayu menambahkan, memiliki hobby jika tidak punya kemauan juga tidak mungkin, sedangkan punya hobi dan kemauan tanpa teman (relasi) juga sama saja. Jadi ketiganya itu harus berjalan seiring. Soal untung rugi semua sudah ada yang mengaturnya. Yang penting jalani, nikmati dan jangan lupa berbagi (amal).” Jelas Bayu dengan bijak. Bali ‘made in’ Jakarta kenapa tidak?..jadikan JakBali rumah kedua Anda.

Komentar
Anda suka? share!