Anda suka? share!

Jakarta РPengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyebut ada indikasi demo 4 November akan ditunggangi kelompok garis keras. Apa antisipasi Polri?

“Begini saja, kalau ada (kelompok teror) pasti ditindak secara hukum. Polri akan menindak tegas pihak-pihak yang memanfaatkan situasi unjuk rasa damai untuk kepentingan teror,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (2/11/2016).

Polri sudah menyiapkan tim khusus khusus untuk mengantisipasi ancaman teror. Tim tersebut di luar satuan yang dikerahkan untuk pengamanan unjuk rasa.

“Kalau yang pengamanan pengunjuk rasa, dia mengedepankan upaya-upaya persuasif, preventif. Tapi kalau kaitan dengan dugaan adanya gerakan radikal mengarah teror itu dilaksanakan oleh Densus 88,” ujarnya.

Lalu, apakah Polri akan mengerahkan tim sniper untuk mengantisipasi penyusup dari kelompok radikal di demo 4 November nanti?

“Tim Densus, Densus yang akan turun tangan beserta seluruh timnya ya kalau yang berkaitan dengan teror. Tolong dipisahkan dengan unjuk rasa, pengamanannya berbeda,” ujarnya.

Sebelumnya Rais Syuriah PBNU, KH Ahmad Ishomuddin mengatakan demonstrasi 4 November digelar dengan kebutuhan dana besar. Dia mengendus ada pihak tertentu yang ingin memanfaatkan situasi.

“Saya kira intel kita sudah mengetahui, mereka harus tindak tegas jika ‘menumpang’ pada demo 4 November. Tidak mungkin FPI (Front Pembela Islam) saja, karena ini memerlukan dana besar,” kata Ahmad di The Wahid Institute, Jl Taman Amir Hamzah No 8, Matraman, Jakarta Pusat, Selasa (1/11).

Sumber : detik

Komentar
Anda suka? share!