Anda suka? share!

Kali ini inijakarta.com mendapatkan cerita menarik dari kontributor kami Yogi Purnami yang belum lama ini berwisata ke Vietnam. Yogi merupakan penggemar travelling yang telah melalang buana ke berbagai negara untuk berwisata.

Kamis, 21 April 2011

Penerbangan dari Jakarta dengan pesawat air asia memerlukan waktu 3 jam 35 menit tiba di Tan Son Nhat International Airport Kota Ho Chi Minh kemudian naik taksi ke Que Huong – Liberty 2 Hotel, 63 – 65 Ham Nghi, Blvd, Dist1, Kota Ho Chi Minh, Vietnam. Selama di perjalanan banyak sekali motor.

Biaya taksi sekitar 170.000 Dong (mata uang lokal di Vietnam) setara Rp 85.000.

1 Dong Vietnam = IDR 0,410

Kota Ho Chi Minh (bahasa Vietnam: Thành ph? H? Chí Minh), adalah kota terbesar di Vietnam dan terletak dekat delta Sungai Mekong. Dahulu namanya Prey Nokor (bahasa Khmer) dan saat itu kota ini merupakan pelabuhan utama Kamboja, yang kemudian ditaklukkan oleh bangsa Vietnam pada abad ke-16. Namanya kemudian berubah menjadi Saigon hingga berakhirnya perang Vietnam dan dijadikan ibu kota koloni Perancis Cochinchina dan ibu kota Vietnam Selatan dari 1954 hingga 1975. Pada 1975, Saigon digabungkan dengan provinsi Gia ??nh di sekitarnya dan diubah namanya menjadi Kota Ho Chi Minh (meskipun nama Saigon masih

Mayoritas penduduknya adalah etnis Vietnam (Kinh) dengan jumlah sekitar 90%. Kelompok etnis minoritas lainnya termasuk orang Tionghoa (Hoa) dengan jumlah 8%, (komunitas Tionghoa terbesar di Vietnam) dan minoritas lainnya (Khmer, Cham, Nung, Rhade) 2% sering digunakan). Pusat kota ini terletak di tepi Sungai Saigon, 60 km dari Laut China Selatan.

Transportasi di Ho Chi Minh city adalah taksi, kebanyakan dari taksi kota ini yang jumlahnya 8.000 buah menggunakan meter dan biasanya berkondisi baik, namun banyak pengemudinya tidak dapat berbahasa Inggris dengan baik. Sebagian pengemudi menolak menggunakan meter dengan maksud mendapatkan bayaran yang lebih tinggi. Pengunjung harus berhati-hati bila menggunakan ojek bermotor (xe ôm) atau becak (xích lô), karena kadang-kadang mereka menjadikan penumpangnya mangsa pemerasan.

Pada umumnya, sistem jalan di Kota Ho Chi Minh tidak baik – sebagian dari jalan-jalannya penuh dengan lubang, khususnya di berbagai jalan kecil dan lorong-lorongnya, yang kadang-kadang hanya lebih baik dari jalan tanah. Berkendaraan dengan bus adalah satu-satunya transportasi publik yang tersedia meskipun kota in berusaha mencari sumber-sumber pendanaan untuk proyek-proyek metro (kereta bawah tanah) dan kereta gantung. Baru-baru ini, karena impor sepeda motor murah khususnya dari Tiongkok, jumlah sepeda motor telah meningkat hingga sekitar 3 juta. Ada pula lebih dari 400.000 mobil, yang memadati jalan-jalan arteri kota ini dan membuat jalanan macet dan udara terpolusi. Bila Beijing dikenal sebagai ” Kota Sepeda“, maka Kota Ho Chi Minh dapat disebut ” Kota Sepeda Motor”. Pengunjung harus menyadari bahwa jalan-jalan di kota ini berbahaya karena pengemudi motor biasanya tidak peduli akan pejalan kaki dan kehadiran ribuan sepeda motor di jalan-jalan. Pada umumnya orang menaati aturan-aturan lalu-lintas dan penegakan hukum makin baik. Namun, pengemudi masih terliat mengemudi dengan arah yang salah di sebuah jalan satu arah, atau mengabaikan lampu merah.


Jalan-jalan di Pasar Ben Thanh

Pasar Ben Thanh merupakan pasar tradisional yang terbesar di kota ini. Bentuk bangunan kuno yang khas menjadi daya tarik sendiri bagi para fotografer untuk membidik dengan kameranya. Pasar Ben Thanh berbentuk persegi yang panjang sisinya sekitar 200 meter. Didalam pasar terdapat banyak barang dagangan mulai dari perabot rumah tangga, kaos, kain, bahan makanan pokok, sampai, souvenir menarik. Tak salah jika anda berkunjung ke Kota Ho Chi Minh, wajib hukumnya mengunjungi pasar ini. Pasar buka mulai jam 10 pagi sampai jam 6 sore. Sedangkan dimalam hari, pasar malam dilanjutkan jalanan samping pasar ini. Barang dagangan yang digelar dimalam hari berupa kaos, kain dan juga souvenir bagi para pengunjung.

Bagi anda yang hendak berkunjung ke Pasar Ben Thanh, siapkan mental dan senyuman semanis mungkin untuk para penjualnya. memang penjual dipasar tersebut kurang ramah. Ditoko souvenir pelayannya juga kurang ramah, cenderung cemberut jika kita hanya sekedar melihat2 tanpa melakukan pembelian. Harap maklum, cari uang di vietnam tidak mudah. Negaranya mungkin lebih miskin daripada negara kita, jadi harap bersabar dengan perlakuan2 yang kurang menyenangkan terhadap turis asing.

Pasar Malam Ben Thanh dimulai sekitar pukul 17.00 setiap hari. Pasar ini terletak di pusat Kota Saigon, yang terletak di 2 jalan di kedua sisi Pasar Ben Thanh, di pasar ini adalah tempat untuk belanja dan makan malam. Anda akan menemukan berbagai macam pakaian kontemporer, pakaian laki-laki dan wanita, sepatu wanita, tas, kacamata hitam, bikini, souvenir dari Vietnam dan berbagai macam banyak lagi. Seperti untuk makanan, pasar Ben Thanh malam tidak akan mengecewakan dengan berbagai makanan Vietnam dari daerah utara dan  selatan. Hal lain plus besar tentang pasar malam ini adalah bahwa mereka buka sampai sekitar tengah malah setiap hari.

Jika anda di Kota Ho Chi Minh tidak puas jika tidak mengunjungi pusat hiburan malam di jalan Pham Ngu Lao Ward, District 1. Kota Ho Chi Minh juga memiliki bar modern yang menjadi favorit bagi para penduduk lokal dan ekspatriat. Q Bar, Saigon Saigon Bar, Xu Bar, Lush dan Velvet hanyalah beberapa tempat dari daftar panjang yang sering digunakan untuk nongkrong dan pesta, masing-masing memiliki ciri khas dan daya tariknya.

Rekomendasi Restauran Muslim di Kota Ho Chi Minh :

  1. VN. HALAL Restaurant. Restoran ini berada tidak jauh dari Pasar Ben Tanh, beralamat di jalan 14 Pham Hong Thai, P. Ben Than Q.1 TP District 1, Ho Chi Minh City

Banyak warga negara Malaysia yang mengunjungi restoran ini, dikarenakan pemiliknya juga orang malaysia dan yang dijual juga masakan dari Malaysia.

  1. Sara Halal Restoran di jalan Phu Nhuan District

Sebelum balik ke penginapan saya mampir ke PHO 24, resto yang menjual beef noodle makanan khas Vietnam. Rasanya menurut saya aneh, enakan rasanya PHO 24 di Jakarta, mungkin karena sudah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia.

Paket Tour Setengah Hari (dari 14.00 to 18.00) – City tour – 8 USD/PAX (168.000 Vietnam Dong) termasuk Bus A/C dan Guide yang bisa berbahasa Inggris, tidak termasuk: Biaya masuk ke obyek wisata

Khusus wisata ini membawa kita mengelilingi kota paling dinamis di Vietnam. Pada awalnya, kita akan dijemput di hotel  dan akan mengunjungi Museum Sisa-sisa Perang (War Remnants Museum), dari situ kita akan pergi ke Istana Reunification, di mana kita akan menemukan semua perabotan asli dari Istana Presiden. Kemudian kita akan berkendaraan untuk melihat Katedral dan Kantor Pos Umum.

Dalam perjalanan kembali ke hotel, kita akan berhenti di pabrik souvenir (kerajinan tangan) – Cong Ty Tnhh MTV 27-7, 157/70 Duong D2, F25, Bin Thanh, TP Ho Chi Minh City. Pabrik kerajinan tangan ini dikelola oleh Pemerintah Vietnam dan disitu banyak orang cacat akibat perang Vietnam yang membuat kerajinan tangan dari kulit kerang yang sangat indah tetapi harganya agak sedikit mahal.


Tour setengah hari (from 8.00 to 14.00) – ke Chu Chi Tunnels – harga 6 USD/PAX (126.000 Vietnam Dong) termasuk Bus A/C dan Guide yang bisa berbahasa Inggris, tidak termasuk: Biaya masuk ke obyek wisata

Setelah menempuh perjalanan sepanjang 60 km dari Kota Ho Chi Minh, tur paket ini adalah setengah hari berada di terowongan Cu Chi, terowongan ini adalah rumah jaringan terowongan bawah tanah legendaris  selama tahun 1960-an perang antara Vietnam dan Amerika. Viet Cong membangun sebuah jaringan sepanjang 250 km, terowongan ini  menghubungkan posko, rumah sakit, tempat tinggal dan pabrik senjata.

Digali dari peralatan laterit yang keras dengan alat-alat tangan, jaringan menakjubkan yang tidak pernah ditemukan sebelumnya. Mengunjungi terowongan yang paling canggih dan dibangun dengan berbagai macam terowongan seperti dapur, rumah sakit, sekolah, sumur, bungker, perangkap bambu dll. Dalam perjalanan kembali ke hotel, kami berhenti di pabrik kerajinan yang dibuat oleh orang-orang cacat.

Floating Restaurant on Saigon River – Tau Sai Gon Cruise Ship

Price per person 30.000 Dong exclude dinner on the restaurant

Opening hour from 18.00 – 22.00 Departure time: 20.30 – arrival time 21.30

Live Music (1st floor and 2nd floor) Vietnamese Traditional Instrumental Music (3rd floor)

Excellent Dishes of Europe – China – Vietnam

Komentar
Anda suka? share!