Anda suka? share!

Dari 19 hotel yang dimiliki, rencananya di tahun 2013 Sahid Hotel bakal menambah 31 hotel yang cakupannya hingga ke mancanegara. Apa yang membuat Sahid hotel tetap eksis?

Siapa yang tak kenal Sahid Hotel. Mendengar namanya saja, pasti sudah banyak yang tahu. Maklum, dibawah bendera PT Sahid International  Hotel Management & Consultant, berdiri 19 hotel megah di sejumlah wilayah nusantara. Mulai dari taraf bintang tiga hingga bintang lima.

Di dunia perhotelan, Sahid Hotel merupakan pemain lama. Kiprah Sahid di dunia perhotelan diakui banyak orang, terutama dalam dunia pariwisata dan bisnis. Eksistensinya patut diacungi jempol.

Pelayanan selalu menjadi ujung tombak mereka dalam menggaet hati para pelanggannya. “Bagi kami, sampai kapanpun pelayanan harus dikedepankan dan tetap nomor satu,” sergah Sonny E. Kristanto, Director of Sales and Marketing PT. Sahid International Hotel Management & Consultant kepada inijakarta.com.

Beragam bentuk pelayanan terus dikembangkan, termasuk di antaranya menyebut langsung nama setiap tamu yang menginap dan memberikan perhatian istimewa kepada setiap tamu, yang jarang dilakukan hotel-hotel lainnya.

Bicara soal pelayanan, Sonny memang begitu concern. Bapak dari satu orang anak ini terus menanamkan akan pentingnya pelayanan, baik di dalam dirinya sendiri maupun kepada jajarannya yang menjadi ujung tombak.

Suatu hari, Sonny pernah menerima informasi kurang sedap dari seorang tamu hotel yang merasa tidak puas atas pelayanan salah satu Sahid hotel. Informasi yang tidak mengenakan tadi diperoleh dari sebuah situs internet. Belakangan diketahui tamu yang tidak puas berasal dari sebuah biro perjalanan. Sonny sempat was-was. Pria murah senyum ini berusaha mencari tahu mengenai biodata lengkap sang tamu. Berbagai cara ia tempuh. Sampai akhirnya bisa berhubungan melalui telepon.

Dari situ Sonny bisa mendengar keluh kesah sang tamu. Sonny berusaha menjelaskan dengan beragam kemampuan yang dimilikinya. Ujung-ujungnya si tamu yang kecewa jadi luluh juga. Ia bisa mengerti akan segelintir pengalaman tak enak yang dialaminya. Kini, hubungan Sonny dan tamu tersebut menjadi akrab. Bahkan, kerap kali membawa tamunya ke beberapa hotel di bawah naungan Sahid.

“Beragam pendekatan dan pelayanan harus terus dilakukan dengan baik. Dengan pelayanan yang baik tamu akan merasa berada di rumahnya sendiri,” ujar pria yang suka ceplas-ceplos ini.

Di usianya yang sudah semakin dewasa, 27 tahun, Sahid Hotel masih menunjukkan eksistensinya, sekalipun sekarang ini persaingan di dunia perhotelan kian hari semakin ketat. Beragam aktivitas, inovasi dan kegiatan-kegiatan lainnya, terus dikemas ke dalam informasi melalui beragam media massa.

Bahkan, di tahun 2013 PT Sahid International Hotel Management & Konsultant secara bertahap akan menambah 31 hotel baru yang tersebar di seluruh Indonesia. Saat ini Sahid memiliki 19 hotel yang tersebar dibeberapa wilayah. Di antaranya,   Hotel Sahid Rasinta Batam, Hotel Sahid Bandar Lampung, Hotel Sahid Jaya, Istana Sahid Apartemen, Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang, Hotel Sahid Raya Solo, Hotel Sahid Kusuma Raya Solo, Hotel Sahid Raya Yogyakarta, Hotel Sahid Surabaya, Hotel Sahid Raya Bali, Sahid Legi Mataram, Hotel Sahid Jaya Makassar, Hotel Sahid Toraja, Hotel Sahid Manado, Hotel Sahid Kawanua Manado dan Hotel Sahid Mariat Sorong.

Rencana penambahan hotel tersebut diperkirakan membutuhkan dana dan investasi tidak kurang dari Rp 2 triliun. Penambahan 31 hotel baru tersebut akan menggenapkan jumlah hotel yang berada di bawah pengelolaan Hotel Sahid menjadi 50 hotel. Dengan penambahan tersebut, tidak hanya merambah di wilayah nusantara tetapi juga hingga ke mancanegara.

Selain itu, lanjut pria yang sudah banyak mengecap asam garam didunia sales dan marketing ini dari 19 unit hotel yang saat ini telah beroperasi di bawah bendera Hotel Sahid, akan mengalami pembenahan dan renovasi untuk ditingkatkan taraf hotelnya menjadi hotel bintang lima. “Pengembangan unit usaha perhotelan tersebut juga bertujuan untuk mendukung kegiatan pariwisata dan budaya yang saat ini sedang gencar dilakukan oleh pemerintah”. Tambah lelaki yang kerap kali menempuh Jakarta Bandung ini.

Di samping penambahan unit hotel baru, sektor bisnis property yang memiliki segmen pasar tersendiri, rencananya juga akan ditingkatkan. Penjajakan itu termasuk kemungkinan mendirikan apartemen di Yogyakarta dan Surabaya. “Kami memilih dua tempat tersebut karena Yogyakarta dan Surabaya merupakan pasar yang sangat bagus,” tambahnya.

Hal itu ditinjau dari tingkat hunian Sahid Hotel di Yogyakarta dan Surabaya yang tidak pernah sepi. Di Kota pelajar, tepatnya di Hotel Sahid Raya Yogyakarta tidak pernah kesepian pengunjung. Yang menjadi daya tarik hotel ini adalah adanya 49 cottage dari keseluruhan jumlah kamar. Dengan dikelilingi pemandangan yang indah dan asri. Letaknya terpisah dengan ruangan hotel, fasilitas hotel bintang empat.

Hotel Sahid Surabaya, lanjut Sonny selalu kebanjiran tamu- tamu bisnisnya. Bangunannya masih tradisional. Memiliki lebih dari 200 kamar. Selain itu, juga berdekatan dengan tempat perbelanjaan dan restaurant, karena lokasinya berada di jantung kota. Jika ada waktu, lihatlah lapangan golf kelas dunia di Bukit Darmo dan Country Club.

Komentar
Anda suka? share!