Anda suka? share!

Foto : Romli Sawunggaling

Sebuah Drama Musikal Tentang Tragedi Indahnya Cinta

Graha Bhakti Budaya – Taman Ismail Marzuki

Jakarta, 11 – 17 April 2011


 

Ali Topan Anak Jalanan, adalah film Indonesia yang dirilis pada tahun 1977, yang disutradarai oleh Teguh Esha dan dibintangi oleh Junaedi Salat dan Yati Octavia dengan durasi 109 menit. Film itu sendiri berkisah tentang Ali Topan dan Anna Karenina.

Bermula dari  keluarga Ali Topan, dimana ibunya selalu sibuk serta ayah yang sering  keluar masuk hotel dengan perempuan lain, dan pulang ke rumah selalu terlambat. Keadaan seperti itulah, yang membuat Ali Topan tidak betah tinggal di rumah, dan menjadikannya sebagai anak jalanan. Namun, meski keadaan di rumahnya seperti itu, Ali Topan tetap menjadi anak terpandai di kelasnya. Berbeda dengan keadaan di keluarga Anna Karenina, yang justru sebaliknya. Orang tuanya sangat menjaga anak-anaknya, tapi justru entah kenapa, keluarga Anna Karenina kebobolan. Kakaknya kawin lari.

Satu ketika, Anna dipindahkan sekolahnya oleh orang tuanya. Tapi, tanpa disengaja Anna bertemu kembali dengan Ali Topan, yang pernah mengganggu dirinya ketika satu waktu ia sedang berjalan dengan ibunya.  Bahkan satu kelas. Diceritakan tidak lama setelah itu, Ali Topan dan Anna Karenina berpacaran, namun ditentang keras oleh orang tua Anna. Tapi Anna tetap berontak. Sampai-sampai Anna meminta Ali untuk mengantarkan ke rumah kakaknya yang tinggal bersama suaminya di sebuah desa. Tidak terima dengan tindakan Anna dan Ali, maka orang tua Anna datang bersama polisi untuk menangkap Ali. Anna tidak tinggal diam, disitu Anna mengancam pada orang tuanya akan bunuh diri dengan gunting. Melihat tindakan nekad anaknya, tentu saja orang tua Anna tidak rela kalau terjadi apa-apa dengan keselamatan anaknya. Dan,  terselamatkanlah Ali. Orang tuanya Anna mengalah.

Ketika kisah Ali Topan Anak Jalanan ini diangkat kembali oleh ArtSwara Production, melalui sebuah pentas Drama Musikal yang rencananya akan diselenggarakan di tanggal 11 – 17 April 2011 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, yang memiliki kapasitas 750 kursi penonton (600 kursi di bawah dan 150 kursi di balkon) ini, tentu saja akan menjadi sebuah suguhan hiburan baru. Apalagi yang namanya pertunjukan Drama Musikal belum terlalu membudaya di kalangan masyarakat Indonesia. Frekuensi pertunjukan sebuah Drama Musikal sendiri, di kota-kota besar, termasuk di Jakarta, belum terlalu banyak. Bahkan baru bisa dihitung dengan jari.

“Makanya kami dari ArtSwara, sudah bertekad untuk memajukan industri musikal di Indonesia. Karena dengan begitu industrinya akan  lebih maju dan bisa mengajak masyarakat agar tidak lupa pada karya-karya besar dari seniman-seniman besar kita,” ujar Maera A. Panigoro, Produser Eksekutif dari ArtSwara (PT Artistika Mahaswara Indonesia), yang pernah sukses menggelar Drama Musikal “Gita Cinta The Musical”, pada bulan Maret tahun 2010 silam.

Dan, di tahun 2011 ini, Art Swara kembali menggelar Drama Musikal dengan cerita yang lain, dan tentu saja memiliki tujuan yang tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Artinya, ArtSwara masih memilih tema-tema film yang pernah sukses di era tahun 70-80 an.

Menurut Ari Tulang, Sutradara yang juga merangkap sebagai Koreografer “Kami memilih film “Ali Topan Anak Jalanan”, tujuannya nggak muluk-muluk kok. Kami hanya ingin masyarakat kita mau nonton dan makin mengerti apa yang dimaksud dengan pertunjukan Drama Musikal. Karena itu, kami memilih film-film yang sempat popular di jamannya. Dengan alasan, agar lebih mudah dicerna dan gampang diikuti. Sementara kalau kita bikin tema yang baru, belum tentu mudah diterima. Lagi pula, dengan  tema yang sudah dikenal masyarakat luas,  akan memudahkan penonton untuk mengikuti jalan cerita dari Drama Musikal itu sendiri.”

Kekuatan dari sebuah pertunjukan Drama Musikal ditambahkan Ari Tulang ada pada para pemainnya yang memang harus bisa bernyanyi, bisa acting, dan memiliki yang namanya kelenturan tubuh.

“Itu persyaratan yang harus dimiliki pemain. Makanya, sama dengan Drama Musikal sebelumnya, kami memang sangat selektif  dalam memilih pemain. Ada audisinya. Dan dalam Drama Musikal “Ali Topan Anak Jalanan” ini, pilihan kami  jatuh pada Dendy “Mike’s” (mantan vokalis Grup Band Kunci) sebagai Ali Topan dan Kikan Namara (mantan vokalis Grup Band Cokelat) sebagai Anna Karenina, keduanya memiliki chemistry yang kuat, suara mereka pun saling mengisi. Begitu juga dengan Ricky Jo, yang berperan sebagai ayahnya Ali Topan, meskipun baru belakangan bergabung, tapi sudah saling mengisi satu sama lainnya” jelas Ari Tulang. Pemain-pemain lain yang terlibat dari total 30 orang pemain dan 40 orang penari ini antara lain adalah Sita Nursanti, Tri Utami, Ricky Jo, Chandra Satria, Ary Kirana, Tike Priatna Kusumah, Haikal, Smile, Mawar, Dicky Rizaro dan Lisa Depe.

Drama Musikal “Ali Topan Anak Jalanan” ini akan berlangsung dengan durasi 160 menit dan interval sekitar 20 menit, yang akan didukung oleh Dian HP sebagai Pengarah Musik, dengan lagu-lagu baru yang diciptakan khusus untuk ‘Ali Topan The Musical’ ini dan lagu-lagu dari Guruh Soekarno Putra dan alm. Chrisye akan menjadi pilihan lagu dalam Drama Musikal tersebut, serta  akan dipadukan dengan tata cahaya, tata suara, perlengkapan, yang spektakuler.

“Untuk para pemain dalam ‘Ali Topan The Musical’ akan ditambah dengan  mic khusus, sejenis head set mic,” ucap Ari Tulang.

Pada akhirnya, sebuah pertunjukan dengan format “Drama musikal” adalah sebuah persembahan seni yang merupakan perpaduan hasil 3 buah karya seni: menyanyi, tarian dan akting. Dipadukan dengan sedemikian rupa, sehingga drama musikal menjadi sebuah persembahan yang megah. Dan pesan moral  yang ingin disampaikan Art Swara dari digelarnya  “Ali Topan The Musical” ini, sebenarnya kita harus sadar, ternyata di kalangan anak-anak jalanan tersimpan banyak potensi, dan karena itu kita harus lebih memperhatikan mereka. Dimana kehidupan harmonis di dalam rumah tangga  adalah salah satu faktor yang kuat dalam pertumbuhan anak. Karena, cinta bisa tumbuh di mana saja, kapan saja, dan  tidak perduli dengan status sosial, karena cinta itu adalah sesuatu yang indah.

Tiket Drama Musikal “Ali Topan Anak Jalanan” dijual dengan Kelas PLATINUM Rp. 1.000.000,-,  GOLD Rp. 700.000,-, SILVER  Rp. 500.000,-, Balcony I Rp. 300.000,-, Balcony II Rp. 200.000,-, Back stage tour Rp. 150.000,-. Pastikan Anda menyaksikan pertunjukan yang penuh dengan kenangan akan tragedi indahnya cinta ini.

Komentar
Anda suka? share!