Anda suka? share!

inijakarta.com – “Kampanye 7 Menit”, sebuah inisiatif penggalangan partisipasi publik yang dikemas secara kreatif dan populer diluncurkan secara resmi oleh Save The Children hari ini. Berbentuk petisi online, Kampanye 7 Menit akan menyebarluaskan virus kepedulian terhadap angka kematian bayi baru lahir, dimana secara rata-rata 1 bayi Indonesia meninggal dunia setiap 7 menit karena sebab-sebab yang dapat dicegah.

Menurut data Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012, terdapat 73.000 bayi meninggal setiap tahun sebelum melewati 28 hari pertama kehidupannya atau terdapat 200 bayi meninggal setiap hari. Selain itu, rasio rata-rata kematian bayi baru lahir secara nasional adalah 34 per 1.000 kelahiran hidup secara konsisten selama 10 tahun terakhir.

Berdasarkan fakta ini, Save The Children Indonesia sebagai organisasi independen yang fokus pada upaya menyelamatkan kehidupan anak, menggugah masyarakat untuk melakukan aksi nyata sekecil apapun. “Data kasus tersebut, menunjukkan bahwa masih banyak persoalan kesehatan ibu hamil dan bayinya yang harus dibenahi secara bersama-sama”, tutur Tatak Ujiyati Direktur Advokasi dan Kampanye Save The Children Indonesia, di Jakarta Jumat, 18 September 2015.

Lebih lanjut Tatak mengatakan, “Di lain sisi, kami menyadari bahwa publik dengan kekuatan kolektifnya mampu menjadi agen perubahan yang positif. Save The Children Indonesia menciptakan sebuah platform yang dapat mengakomodir kekuatan publik secara nasional untuk mendesak pembuatan kebijakan yang lebih baik terhadap pemeliharaan kesehatan neonatal di Indonesia.”

Belajar dari pengalaman di lapangan terkait program kesehatan ibu dan anak yang dilakukan Save The Children, kasus kematian bayi baru lahir umumnya terkait dengan kelahiran prematur, dengan berat badan bayi lahir rendah (BBLR), sesak napas (asfiksia) dan infeksi. Sulitnya akses terhadap layanan kesehatan berkualitas, kemiskinan, minimnya pendidikan, rendahnya status sosial perempuan dan kehamilan usia dini juga menjadi faktor tambahan yang menyebabkan angka kematian bayi baru lahir Indonesia lebih tinggi dari rata-rata nasional.

Sementara itu di tempat yang sama, Noer Pangroso, Project Manager program SELARAS, Save The Children Indonesia, menjelaskan hal-hal tersebut sebenarnya bisa ditangani dengan pertolongan tenaga kesehatan terlatih di fasilitas kesehatan yang memadai. Namun, minimnya akses dan pengetahuan masyarakat kerap menjadi kendala utama kematian ibu dan bayi baru lahir.

“Kampanye 7 Menit ini menjadi medium yang strategis dan populis untuk membawa perubahan di tingkat nasional. Target kami dari petisi ini adalah agar peningkatan anggaran APBN sebesar 5% untuk sektor kesehatan dapat dialokasikan untuk memastikan jaminan kesehatan nasional (BPJS) dapat diaplikasikan untuk ibu hamil, sehingga mereka dapat melahirkan dengan didampingi tenaga kesehatan terlatih di fasilitas kesehatan yang mumpuni”, ujar Noer.

Hal senada diungkapkan oleh Agus Rahmat Hidayat, Co-Founder Komunitas Ayah ASI yang aktif menyuarakan edukasi bagi ibu hamil dan menyusui di Indonesia, “Kesehatan neonatal sangat tergantung dari kesehatan ibu dan remaja wanita, sehingga peningkatan kesehatan ibu dan remaja wanita akan berdampak positif terhadap kehamilan dan kesehatan neonatal secara keseluruhan. Komunitas Ayah ASI sangat mendukung kampanye ini dan berharap akan lebih banyak masyarakat yang sadar dan membantu menjaga kesehatan ibu dan anak secara holistik, guna melahirkan generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas.”

Petisi online ini ditargetkan mencapai jumlah 28.000 suara hingga akhir tahun 2015, yang kemudian akan disampaikan kepada pemerintah. Save The Children Indonesia akan menyebarluaskan Kampanye 7 Menit ini melalui media sosial yang terbuka untuk umum, sekaligus memanfaatkan kesempatan ini untuk mengedukasi publik tentang hal-hal seputar kesehatan neonatal. Perolehan suara akan diinformasikan secara transparan dan berkala di website resmi www.savethechildren.or.id, yang secara resmi diluncurkan bersamaan dengan Kampanye 7 Menit ini.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan berbagai pihak dalam Kampanye 7 Menit ini. Ini merupakan awal dari pekerjaan rumah yang harus kita lakukan bersama-sama,” tutup Noer Pangroso.

Komentar
Anda suka? share!