Anda suka? share!

24 tahun sudah perjalanan Gedung Kesenian Jakarta sebagai tempat pertunjukan yang representative, eksklusif, dan bertaraf internasional disamping menjadi oase budaya bagi masyarakat pecinta seni di Indonesia khususnya Jakarta.
Dalam memperingati ulang tahun jatuh pada 5 September 1987, Gedung Kesenian Jakarta mempersembahkan dua program unggulan yang dilaksanakan bergantian pada tiap tahunnya. Kegiatan ini yaitu Festival Schouwburg dan Gedung Kesenian Jakarta Internasional Festival (GKJIF).
Adapun kegiatan GKJIF di tahun ini adalah:
1. Jakarta Philharmonic Orchestra “Huang He Cantata & Piano Concerto” *
Jumat, 16 September 2011 – Pk. 19.30 WIB
Jakarta Philharmonic Orchestra (JPO) dilahirkan dari Orkes Simfoni Jakarta (OSJ) yang diprakarsai pada tahun 1961 oleh Gubernur DKI – Bapak Ali Sadikin. Membangkitkan kembali OSJ, kini JPO aktif menggelar acara yang mengusung budaya musik klasik. Di GKJIF, JPO mempersembahkan Huang He Cantata dan Piano Concerto dengan conductor Yudianto Hinupurwadi.
Repertoires:
Aransemen Mochtar Embut, Medley Lagu-lagu Betawi: “Varia Ibukota
• Frederic Chopin, Piano Concerto No.1 in E Minor Op.11
   –Allegro Maesto (19.55”)
   –Larghetto (10.23”)
   –Rondo Vivace (9.34”)
Intermission
Guan Ming, Sonata for ErHu, “The Story of Lan Hua Hua” (???)
Xian Xinghai (???): Huang He Cantata (??)
•Xian Xinghai, Yun Cheng Zong: Huang He Piano Concerto
 
* Mohon pengambilan gambar pada pertunjukan ini disesuaikan dengan situasi dan
   kondisi pada saat pertunjukan berlangsung.
2.   Resital Piano oleh Wibi Soerjadi *
Minggu, 18 September 2011 – Pk. 20.00 WIB
Wibi Soerjadi adalah komposer dan pianis keturunan Jawa, Indonesia yang dilahirkan tahun 1970 di Leiden, Belanda. Ia  telah menggelar banyak konser kelas dunia di dalam maupun di luar negeri,  tampil diiringi orkestra-orkestra terkemuka, juga telah merelease  CD dan DVD yang mendapat penghargaan Emas dan Platina.
Terselenggara atas kerjasama dengan Erasmus Huis di Jakarta
* Mohon pengambilan gambar pada pertunjukan ini disesuaikan dengan situasi dan
   kondisi pada saat pertunjukan berlangsung.
3.  Tari Kontemporer “Andai … | If …” oleh Yudistira Syuman
Jumat, 23 September 2011 – Pk. 20.00 WIB
Yudistira Syuman menyelesaikan sekolah tari di Ballet Sumber Cipta tahun 1985, melanjutkan belajar balet klasik, tari modern, tarian rakyat Eropa dan flamenco di Folkwang Hochshule di Essen Jerman, kemudian bergabung dengan Folkwang Tanz Studio Company. Kini ia mengajar di sekolah Ballet Sumber Cipta dan menjadi koreografer bagi Kreativität Dance Indonesia.
Karya tari ini menceritakan pengalaman hidup sang koreografer ketika mengidap skizofrenia: apa yang terjadi ketika ia mengalami halusinasi. Dalam karya ini tergambar penderita skizofrenia bukanlah makhluk tak berdaya, dan betapa keliru stigma masyarakat yang menganggap penyakit ini adalah kutukan. Kenyataannya skizofrenia bisa diderita oleh siapa pun tanpa kecuali dan bisa disembuhkan.
Para Pendukung:
Sound Design : Aksan Sjuman , Danny Ardiono
Lighting : Deray Setiadi
Artistic Director & Sutradara Rekaman: Teguh Ostenrik
Pengisi Suara : Gregorius Priyo Satongko. Edward Sirait, Titi Sjuman
Musik/ Lagu: “vexation” – Eric Satie
* Mohon pengambilan gambar pada pertunjukan ini disesuaikan dengan situasi dan
   kondisi pada saat pertunjukan berlangsung.
4.  Konser Musik Balawan Gamelan Maestro Project
Sabtu, 24 September 2011 – Pk. 20.00 WIB
Sebuah project yang menampilkan Maestro-maestro gamelan Bali agar lebih dikenal secara individual dimana Balawan berkolaborasi membuat komposisi bersama para Maestro Gamelan,yaitu I Made Subandi dan I Ketut Lanus sebagai pemegang alat Gangsa Rindik dan Kendang Percussion dengan didukung oleh I Wayan Balawan pada guitar dan synth, Ketut Tarmadi pada bass, I Nyoman Suarsana pada kendang dan suling, serta I Wayan Sudarsana pada Suling Cengceng dan Genggong.

Lagu yang akan dimainkan antara lain: Pangbe, Made Cenik, Ririmemeri, Kotekan, Bali Latino, Whats, Left Now in Our Land, dan Barat Birit

Komentar
Anda suka? share!