Anda suka? share!

TRAILER

DJARUM APRESIASI BUDAYA MEMPERSEMBAHKAN

“JABANG TETUKO – AN IMMERSIVE CULTURAL EXPERIENCE”

LIVE SHOW WAYANG PERTAMA DI INDONESIA


Jakarta, 20 Mei 2011 – “Jabang Tetuko, an Immersive Cultural Experience” pertunjukan Live (Live Show) yang meramu sinema, broadway, wayang kulit dan seni tari wayang orang dalam satu pertunjukan. Inilah inovasi dunia hiburan yang pertama kali diadakan di Indonesia. Menggunakan tiga layar lebar, dua panggung, musik orkestra, tata tari, serta tata laga gaya hollywood, terbentuk sebuah pertunjukan spektakuler yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Acara ini akan diselenggarakan pada tanggal 27-28 Mei 2011 di The Hall, Senayan City. Dijadwalkan akan ada enam pertunjukan dan penjualan tiket telah dibuka untuk umum.

Merupakan persembahan Djarum Apresiasi Budaya & kreasi pertama dari Saraswati Nusantara, sebuah badan usaha bimbingan Bpk. Adji Gunawan , Bpk. Aswin Hadisumarto dan sutradara Mirwan Suwarso  dari PT. Destiny Films. Karya ini untuk memperkenalkan kembali kisah tokoh dunia wayang melalui inovasi dunia hiburan sehingga sesuai dengan selera ataupun pola cerna hiburan masa kini. Menyajikan ulang kisah-kisah perwayangan sehingga tokoh-tokohnya dapat kembali dikenali dan menjadi idola yang digemari di negeri ini.

“Kami ingin menjadi bagian dari eksistensi budaya Indonesia, sebagai upaya untuk meningkatkan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap kekayaan dan keragaman budaya. Agar generasi muda sekarang mengenal tentang cerita pewayangan dan bisa memaknai filosofi agung dalam karakter dan tokoh pewayangan. Semoga persembahan ini dapat menghibur masyarakat dan memberikan apresiasi sebesar-besarnya pada para seniman Indonesia” ucap Renitasari, Program Director-Bakti Budaya, Djarum Foundation.

Digarap oleh sutradara Mirwan Suwarso, IMMERSIVE CULTURAL EXPERIENCE menempatkan penonton ditengah tengah acara, dimana mereka dikelilingi oleh tiga layar raksasa, dan mengelilingi dua panggung sehingga seolah olah mereka berasa dalam dunia cerita.  “Kami mengkombinasikan sajian film dan Live show dalam satu acara, dimana aksi live di panggung akan kerap berinteraksi dengan adegan film ataupun wayang kulit di layar lebar sehingga menghadirkan sebuah pengalaman yang pastinya sangat berbeda. Dilengkapi dengan tata musik sinematis yang dimainkan secara Live di lokasi, atmosfir pertunjukan diharapkan akan menjadi sangat hidup dan sangat menarik.” ujar Mirwan Suwarso.“Tata tari dalam sajian Live IMMERSIVE CULTURAL EXPERIENCE juga diperkaya dengan unsur unsur bela diri dan gymnastic sehingga meningkatkan dinamisme tampilan acara” tambah Mirwan.

 

EAST MEETS WEST


Untuk menggarap konsep IMMERSIVE CULTURAL EXPERIENCE, sutradara Mirwan Suwarso bekerja sama dengan seniman tradisional dan internasional. Dari Indonesia Ki Dalang Sambowo Agus Harianto dan anggota Wayang Orang Bharata membawa unsur tradisi dan seni budaya, yang nantinya dipadukan dengan tata saji hiburan Hollywood dari komposer film Deane Ogden dan penata laga Benjamin Rowe.

Deane Ogden adalah seorang penata musik film Hollywood yang telah menciptakan tata musik di beberapa film Hollywood, diantaranya film Friday Night Lights dan film Bruce Willis, The Surrogates. Sedangkan Benjamin Rowe adalah salah satu penata laga yang paling berpengalaman di Hollywood dengan curriculum vitae yang dilengkapi dengan judul judul film besar seperti Bad Boys 2, 2 Fast 2 Furious, Transporter 2 dan Transformers 3.

 

“Saya sambut baik  inisiatif ini, karena sepertinya budaya kita sudah semakin jauh dari mereka yang muda. Semoga saja kita tidak kehilangan minat mereka selamanya.   Jadi alangkah baiknya jika ada usaha usaha baru untuk kembali memikat minat mereka” ujar Bpk. Yunus dari kelompok Wayang Orang Bharata.

Inovasi perwayangan adalah sebuah hal yang tak terhindari menghadapi zaman yang terus berkembang” ujar Ki Dalang Sambowo. “Kami sudah banyak melakukan inovasi seperti penayangan wayang dalam bahasa Indonesia dan bahkan Inggris, dan alangkah baiknya jika melalui inovasi, kita bisa kembali membawa kisah perwayangan sebagai hiburan mainstream, dan bukan hanya tampilan seni budaya.” tambah ki Dalang Sambowo.

Saraswati Nusantara memiliki roadmap dan visi jangka panjang yang cukup ambisius dimana konsep liveshow IMMERSIVE CULTURAL EXPERIENCE hanyalah langkah pertama dari beberapa strategi yang akan diterapkan, seperti program televisi dan film layar lebar internasional bertema kisah tradisional Indonesia.

“I don’t see why these stories can’t cross over to mainstream entertainment. These are exciting and engaging stories that is in short shortage in Hollywood. They’ve been forced to recycle old stories about Gods, werewolves and vampires, these Indonesian traditional stories, if done right,  would create an entirely new genre in mainstream entertainment.” ujar Deane Ogden.

 

Seperti yg dikatakan pak Sambowo, evolusi adalah suatu hal yang normal, dan untuk dunia hiburanpun tidak ada perkecualian. Kita melihat bagaimana film layar lebar berubah dari tanpa suara, hitam putih kini menjadi penuh warna dan kadang 3 dimensi.

Hal yang sama saya harapkan dapat terjadi pada tradisi wayang Indonesia. Dengan konsep Immersive Cultural Experience ini, target audiencenya pun meluas dan tidak terbatas dengan komunitas pencinta wayang ataupun komunitas Jawa, karena sajian ini ditujukan bukan hanya untuk para pecinta wayang tapi untuk tontonan yang bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat.  Jujur saya sangat bangga bahwa inovasi hiburan ini berasal dari indonesia.” Ujar Bpk. Adji Gunawan.

INFORMASI:

Saraswati Nusantara adalah sebuah usaha yang bertekad untuk mendorong budaya tradisional Indonesia menjadi mainstream entertainment . Usaha yang akan dilakukan terdiri dari konsep pertunjukan Live IMMERSIVE CULTURAL EXPERIENCE, program televisi dan film layar lebar. Pendiri dari Saraswati Nusantara adalah Bpk. Adji Gunawan, Bpk. Aswin Hadisumarto , dan Mirwan Suwarso.

Sekilas tentang Djarum Apresiasi Budaya

Djarum Apresiasi Budaya berdiri sejak 1992, mempunyai misi meningkatkan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap kekayaan budaya Indonesia. Dukungan Djarum Apresiasi Budaya baru-baru ini pada beberapa pementasan budaya diantaranya : Teater Koma “Sin Jin Kwie”, ‘Jakarta Love Riots’, Ali Topan The Musical, Indonesia Kita ‘Laskar Dagelan’, Sangkala 9/10.

Djarum Apresiasi Budaya juga mendukung dan mempelopori program Indonesia Exploride, suatu perjalanan menjelajahi negeri Indonesia dengan konsep yang unik dan penuh petualangan, oleh 1 orang bikers, Wulung Damardoto dan sahabatnya, Aditya Birawa beserta tim yang akan mendokumentasikan petualangannya melalui video, foto dan jurnal. Penjelajahan ini bukan hanya semata mengunjungi suatu tempat, namun juga melibatkan proses mengenal lebih dalam tentang sejarah, serta hasil budaya daerah tersebut.

Selain itu Djarum Apresiasi Budaya melakukan usaha untuk memperkenalkan dan mengembangkan Batik Kudus sebagai salah satu warisan budaya, dengan bekerjasama melalui Perkumpulan Rumah Pesona Kain, melakukan kegiatan untuk membina para pembatik Kudus, meningkatkan dan melestarikan industri Batik Kudus yang hampir punah.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai acara JABANG TETUKO, AN IMMERSIVE CULTURAL EXPERIENCE mohon hubungi:

Destiny Films

Phone: 021 719-2937

Attn:

Fisca Galih

Vrina Sorayawijaya

Djarum Foundation

Renitasari

Program Director-Bakti Budaya Djarum Foundation

Email.renitasari@djarum.com

Komentar
Anda suka? share!