Anda suka? share!

Industri mode terbukti mempunyai peran penting dalam perekonomian Indonesia baik dari segi ekspor maupun pengembangan pasar domestik. Data terkini dari Kementrian Perdagangan melaporkan bahwa tahun lalu, produk fashion merupakan subsektor dengan nilai ekspor terbesar di industri kreatif Indonesia,  sekitar US$72 miliar. Nilai tersebut adalah sekitar 55% dari total nilai ekspor industri kreatif pada 2010.

Kementrian Perdagangan juga mencatat, nilai ekspor apparel Indonesia mengalami peningkatan sebesar 26,41% selama 2010 hingga 2011, dengan Amerika Serikat menjadi negara tujuan utama. Ini adalah prestasi yang luar biasa mengingat Amerika sedang dilanda resesi. Sementara itu, pasar domestik juga tumbuh pesat seperti yang terlukis dari kinerja penjualan beberapa perusahan ritel besar yang umumnya terus melaporkan tingkat pertumbuhan dua digit. Tahun ini, Asosiasi Pertekstilan Indonesia bahkan memprediksi penjualan tekstil di Indonesia bakal menembus angka 95,5 triliun. Naik 11,8% dari 2010, sebesar Rp 85,4 triliun. Tidak heran jika pelaku industri fashion global, termasuk dari sisi ritel, terus melirik potensi Indonesia dengan serius.

Tentu saja, bagi seorang pelaku bisnis mode, ini tidak berarti secara serta merta semuanya menjadi otomatis mudah. “Keputusan untuk memilih pasar mana yang layak ditempuh menjadi semakin strategis bagi para wiraswastawan bidang mode. Informasi mengenai prospek dan latar belakang aneka jenis pasar adalah aset penting bagi para pebisnis,” kata Svida Alisjahbana, Ketua Umum Jakarta Fashion Week 2012 dan CEO Femina Group.

Menyadari hal itu, Jakarta Fashion Week, sebagai salah satu platform utama mode Indonesia, menyelenggarakan seminar Kiat Sukses Membidik Segmen Pasar Fashion, 28 November 2011, yang bertujuan untuk memberikan pencerahan mengenai berbagai jenis pasar yang prospektif bagi para pebisnis bidang fashion. Berbagai narasumber yang sangat kompeten telah dipilih untuk memberikan penjelasan langsung mengenai keunikan dan potensi berbagai jenis pasar fashion dan juga tip-tip praktis yang harus dilakukan para pelaku industri mode untuk mencetak sukses.

Para narasumber itu adalah para pemilik dan pengelola berbagai fashion label, seperti Ari Seputra, Alleira dan Cotton Ink, perwakilan manajemen dari sebuah department store terkemuka, pengelola Bright Spot/ The Goods Department sebuah kolektif independen dari label-label mode yang membidik pasar anak muda, ahli pasar ekspor mode dari Kementerian Perdagangan, serta Dewi Moran, seorang ikon dari industri fashion retail dalam negeri yang biasa bermitra dengan label-label dunia. Bank BRI juga memberi informasi tentang permodalan dalam bisnis fashion serta seorang pengusaha batik asal Solo yang siap menembus pasar ekspor, Gunawan Setiawan.

Jakarta Fashion Week 2012 akan digelar pada 12-18 November 2011 di Pacific Place, Jakarta, Selama tujuh hari, festival ini akan mempertemukan para pemerhati mode, selebriti, fashionista, serta media lokal dan internasional untuk menyaksikan langsung tren dan karya terbaru dari para perancang berbakat dari dalam dan luar negeri. Inilah salah satu upaya nyata mewujudkan Jakarta sebagai salah satu sentra utama industri mode di kawasan Asia Tenggara.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Dalyanta Sembiring/Leila Safira
Gedung Femina
Jl. HR. Rasuna Said Kav. B 32-33 Jakarta 12910
Telp. +6221 526 6666, 520 9370, 525 3816 ext. 4151/3061
Faks. +6221 526 2131, 520 9366
email: dalyanta.sembiring@feminagroup.com/Leila.Safira@feminagroup.com
facebook: http://www.facebook.com/jakartafashionweek
twitter: @JKTfashion
website: www.jakartafashionweek.co.id

Untuk informasi bisnis, hubungi:
Tri Wahyuni, Rani Fitriawati, Rosa Pratiwi
Telp : 526 6666, 520 9370, 525 3816 ext.3286, 3276, 3280
Fax  : 5292 0120, 5292 0124. Email : bisnis.jfw@jakartafashionweek.co.id

Untuk informasi volunteer, hubungi:
Melissa Aryandini
Telp : 526 6666, 520 9370, 525 3816 ext.3233
Fax  : 5292 0120, 5292 0124
Email: magang@jakartafashionweek.co.id

Komentar
Anda suka? share!