Anda suka? share!

 

 

Setelah 20 tahun lamanya, akhirnya Max Cavalera ‘menginjakkan’ lagi kakinya di Indonesia. Pada tahun 1992 silam Sepultura mengadakan konser legendaris mereka di Jakarta dan Surabaya, akhirnya pada tahun 2012, tepatnya hari Minggu, 21 Oktober 2012, Max kembali lagi ke Indonesia bersama Soulfly. Dipromotori oleh Revision Entertainment, Indonesia masuk dalam rangkaian Enslaved World Tour 2012 setelah sebelumnya Soulfly mengadakan konsernya di Kuala Lumpur. Selama rangkaian turnya, Soulfly didampingi oleh band Metalcore asal Amerika, Unearth. Venue yang awalnya bertempat di Lapangan D Senayan akhirnya dipindah ke di Lapangan Parkir Selatan Senayan.

Kedatangan Soulfly tentu saja disambut dengan antusias oleh sebagian besar Metalheads Indonesia terlebih dengan adanya sosok Max Cavalera sebagai frontman. Sejak hengkang dari Sepultura pada tahun 1996, Max mendirikan Soulfly di tahun 1997 dan masih eksis sampai sekarang. Root Thrash Metal masih kental didalam dirinya, hanya saja di Soulfly, Max banyak bereksperimen dengan sampling-sampling, liriknya lebih banyak mengangkat tentang religi, perang dan kemarahan. Sampai saat ini, Soulfly telah menghasilkan 8 album yaitu, Soulfly (1998), Primitive (2000), 3 (2002), Prophecy (2004), Dark Ages (2005), Conquer (2008), Omen (2010), Enslaved (2012).

Sejak sore hari Metalheads sudah memenuhi area venue, gate yang dijadwalkan dibuka pukul 19:00 mengalami keterlambatan dan baru dibuka sekitar pukul 20:30 WIB. Tapi tentu saja hal tersebut tidak mengurangi sedikitpun animo Metalheads yang ingin melihat secara langsung penampilan dari Max Cavalera dkk. Konser dibuka dengan penampilan salah satu band old school Thrash Metal asal Indonesia, Suckerhead. Band yang dipimpin oleh Krisna J. Sadrach (Bass & Vocal) memanaskan venue dengan nomer-nomer ngebut ala Thrash Metal dan penampilan mereka ditutup dengan cover song legendaris dari Duo Kribo, Neraka Jahanam. Setelah penampilan Suckerhead, selanjutnya giliran Unearth yang membakar venue dengan lagu-lagu bergenre Metalcore-nya. Band yang digawangi oleh Buz McGrath (guitar), Trevor Phipps (lead vocals), Ken Susi (guitar, backing vocals), John “Slo” Maggard (bass, keyboards, backing vocals) dan Nick Pierce (drums, percussion) ini tampil membawakan banyak lagu-lagu hits-nya seperti Black Hearts Now Reign, Zombie Autopilot, Giles. Unearth adalah salah satu band yang mempunyai part-part groovy kental ala Metalcore, mempunyai riff guitar yang liar dan melodius, agak berbeda dengan band Metalcore kebanyakan, sehingga Unearth menjadi salah satu band yang layak diperhitungkan di kancah Metal dunia. Sayangnya, disaat penampilannya Unearth mengalami banyak masalah pada sound system. Awalnya tampak Ken Susi kesal karena mic-nya tidak berbunyi hingga dia menendang stand mic-nya dan ditengah-tengah penampilan mereka sound system kerap mengalami masalah yang lumayan ‘mengganggu’. Tapi hal tersebut tidak mengurangi keriuhan di moshpit dan Unearth tampil sangat enerjik malam itu. Ini adalah kali pertama mereka tampil di Indonesia sejak didirikan pada tahun 1998. Hingga saat ini Unearth telah menghasilkan beberapa album yaitu, Above the Fall of Man (EP) (1999), The Stings of Conscience (2001), The Oncoming Storm (2004), Endless (EP) (2002), III: In the Eyes of Fire (2006), The March (2008) dan Darkness in the Light (2011).

Akhirnya, yang ditunggu-tunggu tiba. Setelah penampilan Unearth, tampak para crewSoulfly melakukan persiapan di stage. Kabarnya, Soulfly datang dengan tidak membawasoundman dan tidak melakukan sound-check sehingga persiapan diatas stage lumayan memakan waktu, namun dengan sabar para Metalheads menunggu penampilan mereka sembari membuat yel ‘Soulfly..! Soulfly..! Soulfly..!’. Sampai akhirnya berturut-turut muncul di stage, Max Cavalera (vocal & guitar), Marc Rizzo (guitar), Tony Campos (bass) dan David Kinkade (drum) yang disambut dengan riuh oleh para Metalheads yang sudah tidak sabar melihat langsung penampilan mereka. Tanpa basa basi Max Cavalera langsung menggeber World Scum setelah sebelumnya dibuka oleh nomer instrumental Resistance. Circle pit, diving pun tak bisa dihindari. Semuanya larut dalam gempuran musik Soulfly. Yang menarik dari setlist Soulfly, mereka ‘lumayan banyak’ meng­-covernomer-nomer old school dari Sepultura yaitu Refuse/Resist, Arise / Dead Embryonic Cells (medley), Troops Of Doom, Territory dan Roots Bloody Roots. Tidak hanya itu, ada 2 parts yang cukup mengejutkan audiens yaitu Iron Man (Black Sabbath) sebagai outrolagu Intervention dan Walk (Pantera, sebelumnya Max mengucapkan ‘a tribute to Dimebag Darrell..) sebagai intro lagu Plata O Plomo. Tidak ketinggalan pula hits dari mereka seperti Seek’N’Strike, Back To Primitive yang makin memanaskan area moshpit. Overall, sound yang dihasilkan tidak bermasalah dan sesuai dengan karakter musik Soulfly. Mendekati akhir penampilan mereka, Max membawa seragam timnas sepakbola Indonesia dan melambai-lambaikannya. Sudah menjadi trademark Max sejak masih di Sepultura memakai merchandise timnas sepakbola Brazil bahkan merchandise Sepultura dan Soulfly banyak yang berbentuk jersey timnas Brazil yang sangat diburu oleh para kolektor. Hal ini disebabkan karena Max berasal dari Brazil, negara yang sangat mendewakan sepakbola dan banyak mencetak pemain-pemain kelas dunia. Hingga akhirnya ‘sesi pura-pura’ menyudahi konser dan audiens meneriakkan encore ’we want more..we want more’,  Soulfly muncul kembali di stage dan mengakhiri konser ini dengan Jumpdaf*ckup/Eye for an Eye dan mereka benar-benar menyudahi penampilannya. Semua Metalheads yang sangat puas dengan penampilan Soulfly, terutama mereka yang pernah menyaksikan konser Sepultura pada tahun 1992 dan seakan mengobati kerinduan mereka untuk melihat langsung penampilan Max Cavalera. (heyckel, foto : Joko Widodo) Sumber

Komentar
Anda suka? share!