Anda suka? share!

Djarum Apresiasi Budaya

Kolaborasi Artistik Sardono W. Kusumo & Iwan Fals

 

Hijrah kultural Opera Diponegoro dalam pertunjukan Java War, 1825-0000 karya Sardono W. Kusumo akan digelar pada ulang tahun sang pangeran, 11-11-2011 dengan didukung oleh Djarum Apresiasi Budaya. Pertunjukan ini akan berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 11 – 13 November 2011 di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki.

 

Didukung 30 orang penari dengan total pendukung yang akan terlibat sekitar 60 orang, opera ini akan berlangsung selama 120 menit dengan harga tiket mulai dari Rp 150.000 untuk kelas 2, Rp. 350,000 untuk kelas 1, Rp. 550,000 untuk kelas VIP hingga Rp 750.000 untuk kelas VVIP. Penonton bisa mendapatkan tiket di Etcetera, Duta Suara, Plaza Senayan, Mall Kelapa Gading dan Ibu Dibyo.

Sardono kali ini menggandeng Iwan Fals yang akan “menembangkan”, menjadi narrator sekaligus dalang dan Happy Salma yang berperan sebagai “Diva Mabuk” yang akan menyajikan monolog khusus. Opera kali ini terdapat perubahan judul yang mengisyaratkan bahwa Perang Diponegoro bukanlah sekadar perang personal sang pangeran terhadap kesewenang-wenangan Belanda, melainkan sebagai pertempuran sengit tak kunjung habis antara kemanusiaan dan kesewenang-wenangan yang meluas hingga penjuru dunia. Pertempuran juga tidak hanya terjadi pada kurun 1825-1830, melainkan ke masa tak terhingga yang digambarkan melalui lakon yang kontekstual, lakon nuting jaman kelakone, dan lakon futuristik. Ini jelas mengisyaratkan sebuah never ending war, perang yang tak kunjung usai.

Komentar
Anda suka? share!