Anda suka? share!

Hari masih pagi, matahari belum tinggi saat aku memasuki wilayah Sentul, Bogor. Daerah yang sebagian besar masyarakatnya bercocok tanam dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, kini mulai menggeliat dengan kesempatan bekerja di hotel dan resto yang mulai banyak dibangun. Desa Gumati The Real Village, salah satu hotel dan resto yang berawal dari sebuah vila di tahun 2005 itu kini berkembang menjadi hotel, cafe, resto  dan convention resort. Cukup etnik memang bangunan resto bertekstur bata merah bergaya rumah jawa dengan joglonya ditambah furniture jawa kuno semakin memperkuat kesan jika pemiliknya adalah orang yang berasal dari jawa tengah, begitulah dugaanku saat itu. Tapi dengan banyaknya tanaman bunga kamboja dan kain motif Bali yang melingkar di setiap tiang bangunan, menjadikan sebuah perpaduan etnik Jawa dan Bali yang harmonis.

Sebuah kebetulan kami sekeluarga ada acara reunian teman es-em-a di restoran Gumati ini. Restorant dengan konsep family ini dilengkapi dengan outbond seperti ATV,  flying fox, sepeda air, bola air dan permainan outbond lainnya. Saat weekend sepertinya tempat ini cocok untuk kumpul keluarga, arisan maupun gathering karyawan. Restoran Gumati Sentul ini adalah Restoran Gumati yang ke dua setelah Restoran Gumati Paledang lalu dua lagi di Batu Tulis dan Warung Gumati di Gadog yang semuanya berlokasi di wilayah Bogor, begitu tutur sdri. Angga Yasinta, General Manager Desa Gumati Sentul.

Cukup terkejut juga aku saat melihat daftar menu, rupanya menu yang disajikan mayoritas masakan sunda, seperti lalapan dengan sambel cobeknya, ayam kampung yang digoreng dan dipanggang, ikan gurame goreng dan menu makanan sunda lainnya. Semakin kaya perpaduan ketiga etnik dalam satu resto, Jawa, Bali dan Sunda. Salah satu spesial menunya adalah Gurame Fish Manggo dengan penampilan ikan gurame goreng yang nampak utuh ditaburi dengan irisan buah mangga. Saat mencicipinya baru aku tahu jika ikan tersebut merupakan potongan kecil seperti fillet yang di goreng krispy. Rasanya sensasional, garing di luar namun empuk di dalamnya serta asam menyegarkan saat berpadu dengan irisan mangga. Ditambah sambal kecap menjadikan manis pedas yang mantap di lidah, nasi panas yang terhidang di bakul khas sunda rasanya pulen dan wangi.

Disekitar areal restoran juga ada taman bermain untuk anak-anak, mereka juga dapat memberi makan ikan di kolam-kolam tak jauh dari tempat kita makan jadi kita tetap dapat mengawasi putra putri sambil bersantap ria. Pihak restoran telah menyediakan pelet untuk makan ikan tersebut yang dapat di beli seharga lima ribu rupiah per kantongnya. Sungguh tempat yang nyaman buat santai keluarga sambil diiringi live musik dan semilir angin membuat mata ini terasa berat apalagi perut sudah terisi dengan kelezatan menu makanan khas sunda. Leyeh-leyeh istilah orang jawa disebuah saung nan teduh ditemani secangkir kopi, ini saatnya kita foto-foto. Landscape yang asri sayang jika dilewatkan tanpa berpose, langsung upload di ef-be. Fasilitas hot spot yang tersedia memungkinkan pengunjung untuk tetap online dan berkomunikasi di jejaring sosial.

Ayo kurang apalagi…datang dan nikmati santai keluarga anda di Desa Gumati Hotel dan Restoran.

Komentar
Anda suka? share!