Anda suka? share!

Bank Indonesia desain oleh arsitek Hulsurt dan Cuypers dan dibangun pada tahun 1909, terletak di Jalan Pintu Besar Utara No 3. Bangunan menempati satu blok; tanah-pandangan rencana bangunan gaya klasik simetris khusus dengan tampilan utama dan dua sayap mengapit.

Bangunan utama diapit oleh dua menara, pilar Korintus memiliki motif klasik dengan Acanthus berdaun. Mengabaikan pilar-pilar pilar plastik motif, tapi motif yang menghubungkan dinding dan bingkai dan jelas dinyatakan ibukota parapets di sekitar gedung tidak lagi digunakan botol-tipe atau bingkai persegi tetapi menggunakan rosters, dan parapets ini disediakan dengan pediments dan atap-jendela. Atap dilengkapi dengan bubungan kayu putih dicetak. Bank Indonesia mempunyai asal dari NV De Javasche Bank, Bank swasta Belanda yang diperoleh menyewa hak untuk bertindak sebagai bank sentral dan beredar di Hindia Belanda (1928). Melalui Keputusan Pemerintah No 118/1951, sebuah komite untuk nasionalisasi De Javasche Bank didirikan, kemudian UU No 24/1957 dari 6 bulan Desember 1957, kedudukan Presiden berada di tangan Mr Syafrudin Prawiranegara. Melalui UU No 11/1953, negara bagian Gazetta No 40/53 Undang-Undang tentang Prinsip dikeluarkan Bank Indonesia yang efektif mulai 1 Juli 1953, “De Javasche Bank NV” digantikan oleh “Bank Indonesia” dan semua saham dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Bank of Indonesia was design by architects Hulsurt and Cuypers and built in 1909, located at Jalan Pintu Besar Utara No. 3. The building occupies one block; the ground-plan view of the building has specific symmetric classic style with main view and two flanking wings.

The main building is flanked by two towers, the pillars have classic Corinthian motif with Acanthus leaved. The pillars ignore motif of plastic pillars, but linking the wall motif and frame and clearly expressed capital of parapets around the building no longer used bottle-type or square frame but using rosters, and these parapets are provided with pediments and dormer-windows. The roof provided with wooden ridge printed in white. Bank of Indonesia has its origin from NV De Javasche Bank, a Dutch private Bank which obtained chartered right to act as a central bank and circulated in the Netherlands Indies (1928). Through the Government Decision No. 118/1951, a committee for nationalization of De Javasche Bank was established, later Law  No. 24/1957 of 6 December 1957, the position of President was in the hand of Mr. Syafrudin Prawiranegara. Through Law No. 11/1953, state Gazetta No. 40/53 Law on Principle of Bank Indonesia was issued which was effective beginning 1 July 1953, “NV De Javasche Bank” was replaced by “Bank of Indonesia” and all of its shares were owned by the Government of the Republic Indonesia.

Komentar
Anda suka? share!