Anda suka? share!

Gereja Katedral terletak di Jalan Katedral No 7, Jakarta Pusat. Nama asli adalah Saint Mary Gereja dan telah dibangun 2 kali dalam gaya Gothik. Katedral Aku terletak di Weltervreden dan dibaptis pada Februari 1810 oleh Monsignour Nelissen dan ayah Saint Lodovicus. Pada tahun 1826, gereja ini dibakar menjadi abu. Kemudian Katedral II didirikan pada bulan Februari 1830, Prinsen Monsignour dibaptis dalam nama Saint Mei.

Lokasi sama dengan Saint Mary Gereja di waktu sekarang ini. Pada tahun 1882, menambahkan dua menara di bagian depan gereja. Tetapi sekali lagi, gereja yang indah menjadi reruntuhan on May 1890. Pada tahun 1891, sebuah gereja baru dibangun “sebuah Katedral” tapi berhenti pada 16 Januari 1898 pembangunan dilanjutkan. Pada 21 April 1901 gereja ini resmi dibuka dengan lisan terbaik berkat oleh Uskup ES Luypen.

Cathedral Church is located at Jalan Katedral No. 7, Central Jakarta. The real name is Saint Mary Church and has been built 2 times in Gothic style. Cathedral I is situated at Weltervreden and baptized at February 1810 by Monsignour Nelissen and father of Saint Lodovicus. In 1826, this church was burned into ashes. Then Cathedral II was established on February 1830, baptized by Monsignour Prinsen in the name of Saint May.

The location is the same as Saint Mary Church at this present time. In 1882, added two towers in the front of the church. But again, the beautiful church became ruins on May 1890.  In 1891, a new church was built  “a Cathedral” but stopped on January 16, 1898 the construction was continued. On April 21, 1901 the church was officially opened with best oral of blessing by Bishop E. S. Luypen.

Komentar
Anda suka? share!