Anda suka? share!



Rasanya yang khas selalu dicari banyak orang, makanan tradisional Betawi ini berusaha menjaga eksistensinya dari serangan industri makanan berlabel internasiona, ya Kerak Telor.

Mmmhhh… isyarat itu keluar dari mulut saya ketika melihat proses pembuatan kerak telor   yang sedang dibuat  Bang Amin. Aroma yang dihasilkan dari makanan ini begitu kuat dan sangat menggugah selera, apalagi ketika bumbu seperti lada, garam dan ebi kering yang sudah disangrai  di aduk langsung diatas tungku api yang sangat panas bersamaan dengan telor bebek yang bercampur beras ketan,Waaahh makin nggak sabar untuk menyantapnya.

Apalagi, kelihaian tangan bang Amin dalam membuat kerak telor tidak usah dipertanyakan lagi, mirip di Film IP-Man dech… pedagang yang mematok harga Rp.10.000 untuk seporsi kerak telor dengan telor ayam dan Rp. 12.000 untuk telor bebek ini, memang sudah lama menjajakan makanan khas betawi di kawasan  Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Iya sudah menjajakan dagangannya sejak Setu Babakan  ini resmi dijadikan cagar budaya oleh pemerindah DKI Jakarta. Dia sangat bangga dengan profesi yang  dilakoninya.  “Biar budaya dan ciri khas betawi nggak digerus jaman,” sahut Amin Kepada Health n Tourism dengan logat betawinya yang kental.

Setelah semua bumbu dan bahan diaduk menjadi satu dan di diamkan beberapa saat, lalu wajan yang telah berisi Kerak Telor setengah mateng di balikkan sehingga posisinya  berhadapan langsung dengan tungku yang penuh  bara api. Tidak lama dari proses itu,  kerak telor pun siap disantap.

Ups.. ternyata belum selesai sampai disitu masih ada sentuhan akhir dari proses ini, padahal hati sudah senang banget untuk buru-buru menyantapnya. Ibarat kata, bagian atas kerak telor dipercantik dengan sentuhan bawang goreng dan taburan serutan  kelapa sangrai atau yang akrab disapa serundeng. Dari situ, barulah  dipindahkan pada sebuah tatakan kertas dan piring plastik. Aroma nikmatnya semakin kuat.

Nah sekarang kerak telor telah dihidangkan, tanpa aba-aba segera  saya santap kenikmatan dan gurihnya makanan yang sangat menggugah selera itu, yang pasti rasa nikmat itu masih terekam dan membekas disekitar mulut saya, sampai sekarang? Ya nggaklah, hanya kelezatannya saja yang sulit dilupakan.

Kenikmatan kerak telor Bang Amin membuat saya ketagihan dan tak sabar rasanya ingin kembali ke Setu Babakan. Bagi Anda yang berkunjung ke Setu Babakan jangan sampai melewatkan sensasi Kerak Telor yang legendaris ini. 

Komentar
Anda suka? share!