Anda suka? share!

Setelah beberapa waktu lalu saya membeku di pegunungan Dieng, kali ini saya mendapat kesempatan menjadi laskar pelangi di keindahan alam yang sungguh menakjubkan, Belitung Island.

Terkenal karena diangkat dalam sebuah novel laris karya Andrea Hirata, serta sebagai latar belakang pembuatan film dengan judul yang sama yaitu Laskar Pelangi, pulau Belitung saat ini ramai dikunjungi wisatawan. Pantai dengan air yang bening, dibingkai dengan pasir putih serta dihiasi dekorasi batu koral super besar sungguh pemandangan alam yang sangat indah.

Selama ini saya hanya melihat keindahan alam melalui foto-foto ataupun cuplikan video yang banyak bertebaran di internet. Menurut beberapa rekan yang sudah pergi kesana, Belitung sangat direkomendasikan untuk kegiatan fotografi. Selain tentu saja untuk menikmati keindahan laut serta pulau-pulau kecil disana.

Dari Jakarta, dengan menggunakan pesawat terbang hanya memerlukan waktu sekitar 45 menit untuk sampai ke Belitung. Maka tidak heran, setiap minggunya penerbangan kesana ramai dipadati wisatawan dari Jakarta.  Itu yang saya lihat saat saya berkesempatan melancong  ke Belitung di akhir pekan beberapa waktu yang lalu.

Di Belitung sendiri, saat ini terdapat banyak penyedia jasa pariwisata untuk meng-guide wisatawan berkeliling di kepulauan ini. Karena ini kunjungan saya yang pertama, saya juga menggunakan jasa mereka, dengan alasan tentu saja agar lebih mudah mendapatkan referensi tempat yang bagus.

Mercusuar Pulau Lengkuas

Salah satu daya tarik di Belitung adalah sebuah mercusuar peninggalan Belanda yang sampai saat ini masih berdiri kokoh. Mercusuar ini, seperti yang terlihat di plat yang terpasang di pintu masuk, didirikan pada tahun 1882. Walaupun sudah berkarat dibeberapa bagian, mercusuar ini masih berfungsi baik dengan menggunakan tenaga surya untuk menyalakan lampunya. Didalamnya terdapat 18 lantai yang terhubung dengan tangga besi untuk menuju puncak mercusuar.  Lumayan membuat kaki gemetar dan paha terasa kencang saat saya menuju puncak mercusuar ini. Namun seperti yang saya duga, pemandangan dari atas benar-benar mempesona. Laut bening berwarna hijau dan biru, bayangan awan dan garis pantai yang terhampar dibawahnya terlukis sangat indah.  Bahkan saking beningnya, batu karang dan kehidupan laut dibawahnya terlihat jelas. Benar-benar surga bagi fotografer untuk mengabadikan tempat dari ketinggian ini.

Kepulauan di Belitung

Di sekitar Belitung, terdapat banyak pulau-pulau kecil yang bertebaran dan dijadikan sebagai tempat tujuan wisata. Masing-masing pulau mempunyai keunikan tersendiri dengan berbagai bentuk batu koral yang terdapat disana. Seperti diketahui, batu-batu inilah yang menjadi ciri khas utama kepulauan Belitung. Paduan pantai yang berpasir putih, laut bening yang kaya akan terumbu karang menjadi daya tarik bagi para fotografer untuk mengabadikan tempat ini. Untuk menjelajahi pulau-pulau kecil ini, kita dapat menggunakan perahu yang banyak disewakan ditempat ini. Masing-masing perahu dapat memuat sembilan penumpang sekaligus. Apabila kita menggunakan guide, telah disediakan pula peralatan snorkeling dimana nantinya dapat kita gunakan untuk kegiatan ini. Terdapat banyak sekali tempat yang bagus untuk snorkeling, jadi jangan kuatir kita akan kehabisan spot  bagus.

Akomodasi

Di Belitung, terdapat banyak penginapan, motel serta hotel berbintang yang bisa digunakan untuk bermalam. Hanya saja angkutan umum disana tidak ada, jadi kita harus menyewa kendaraan untuk menjangkau pantai-pantai disekitar kepulauan ini. Demikian juga untuk kegiatan kuliner, tidak banyak penjual makanan disini kecuali kita pergi ke pusat kota yang jarak tempuhnya sekitar 30 menit dari tepi pantai. Disana terdapat banyak kedai makanan, jajanan serta restoran yang tutup hingga malam.

Sebenarnya tempat ini sangat cocok untuk wisata air,  air laut yang cenderung tenang serta luasnya tempat, akan sangat menarik apa bila tersedia fasilitas seperti jet ski, banana boat, kayak dan olah raga air lainnya. Menurut Pak Kusuma, seorang pengelola event organizer setempat, hal tersebut belum bisa terwujud karena terbentur masalah dana. Belum ada investor yang berani berinvestasi untuk kegiatan ini, selain juga disebabkan oleh minimnya sumber daya manusia untuk mengelolanya. Sedangkan dukungan pemerintah dari Kementerian Pariwisata sendiri baru sebatas promosi. Karena rencananya Belitung akan dijadikan pilihan tujuan wisata lain setelah Bali dan Lombok. Promosi ini sudah sampai ke luar negeri khususnya Jepang sebagai pengirim turis terbesar ke Indonesia.

Selain minimnya fasilitas wisata air, budaya setempat juga belum maksimal dimanfaatkan. Tari-tarian atau seni budaya lokal belum dikembangkan dengan baik, karena seharusnya ini juga bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Kesempatan saya berada di Belitung hanya satu malam, sungguh perjalanan singkat dan hati belum terpuaskan karena masih banyak tempat yang belum saya kunjungi.  Sedangkan untuk memotret alam, waktu dini hari dan senja adalah saat yang paling dramatis untuk di foto. Sayang sekali, momen itu belum saya dapatkan.

Komentar
Anda suka? share!