Anda suka? share!

Kota Garut memang terkenal dengan pemandangannya yang indah. Tempat ini merupakan salah satu tempat tujuan wisata yang diminati warga ibukota. Untuk berbulan madu, berendam air panas atau berbelanja dodol Garut yang terkenal itu, kota ini menyediakan semuanya.

Tetapi tahukah Anda bahwa di Garut juga terdapat sebuah danau yang sudah melegenda. Danau yang sudah dijadikan tempat wisata sejak jaman Belanda ini terletak di desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi. Jarak kawasan wisata Situ Bagendit ini dari pusat kota Garut yaitu 4 km. Terdapat angkutan umum berupa angkot jurusan Terminal Guntur-Kp.Mengger dan Garut-Limbangan.

Jalannya yang mulus dan terhitung dekat dengan pusat Kota Garut menjadi salah satu keunggulan Situ Bagendit dibandingkan dengan obyek wisata alam lainnya. Telaga alami ini dikelilingi persawahan dan perkampungan penduduk dengan latar belakang gunung menjulang tinggi berselimutkan awan tipis. Pemandangan yang indah sekaligus memanjakan mata dapat menjadi obyek bidikan kamera yang sempurna.

Legenda

Menurut legenda masyarakat setempat, pada zaman dulu Situ Bagendit merupakan sebuah perkampungan dengan kondisi alam yang sangat subur. Tapi anehnya, meski daerah tersebut subur, penduduknya hidup dalam jerat kemiskinan. Hal ini dikarenakan ada seorang janda kikir bernama Bagende Enditatau yang lebih dikenal dengan nama Nyi Endit. Janda kaya raya ini memaksa penduduk menjual seluruh hasil panen mereka kepadanya dengan harga murah, dan saat persediaan makanan penduduk sudah menipis, Nyi Endit kembali menjualnya dengan harga yang berlipat-lipat.

Suatu hari datanglah seorang pengemis tua yang meminta sedikit makanan dan minuman kepada Nyi Endit, namun Nyi Endit memukul pengemis itu dengan tongkat dan mengusirnya. Sambil menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya, pengemis itu mengambil tongkat dan menancapkannya ke dalam tanah. Saat tongkat itu dicabut, menyemburlah air dari dalam tanah.
Semakin lama debit air itu semakin besar,sehingga menenggelamkan Nyi Endit dan seluruh hartanya. Akhirnya, genangan air yang luas itu dikenal dengan nama Situ Bagendit.

Pengembangan

Pada tahun 1980-an pihak pemerintah kembali melirik kawasan ini untuk dijadikan obyek wisata, sehingga dimulailah upaya pembenahan. Telaga seluas 125 hektar ini kemudian dibersihkan dari eceng gondok dan tumbuhan liar. Berbagai fasilitas ditambahkan serta kegiatan wisata dihidupkan. Situ Bagendit cocok bagi Anda yang ingin menghabiskan liburan bersama anggota keluarga. Selain pemandangan yang indah dan beragamnya aktivitas yang dapat dilakukan, tempat ini memiliki kelengkapan fasilitas umum dan kemudahan layanan wisata.

Komentar
Anda suka? share!