Anda suka? share!

Suara mesin menderu, seketika mobilpun melesat dengan cepat, roda mendecit dengan nyaring saat mobil berputar 360 derajat lalu bergerak mundur dan berputar lagi, dalam hitungan detik melaju maju dengan kecepatan tinggi……wwuuusshhh. Itulah pengalaman pertama saya duduk di kokpit sebelah pengemudi pada sesi demo dalam Pelatihan Safety Driving yang di selenggarakan oleh Sentul Driving Course.

Moreno sang pembalap nasional yang kerap mengikuti event-event balapan internasional, terpanggil jiwanya untuk mendirikan Sentul Driving Course dengan tujuan mensosialisasikan kepada masyarak akan pentingnya mengemudi dengan baik dan benar demi keselamatan serta mengajak kita semua untuk meninggalkan kebiasaan buruk seperti merokok dan menggunakan telepon genggam saat berkendara di jalan raya.

Berawal pada tahun 2003, saat sedang mengikuti event balap mobil di Austria dan di Italy, Moreno terinspirasi untuk membuat Sentul Driving Course karena melihat sirkuit di sana yang begitu multi fungsi. Memang tepat rasanya jika Sirkuit Sentul dijadikan tempat untuk mensosialisasikan cara mengemudi yang baik sebab sebuah sirkuit balap tentunya memiliki fasilitas yang memadai untuk hal itu dan ilmu yang di dapat dari balap mobil dapat diadopsi dalam pelatihan tersebut.

Sentul Driving Course memiliki instruktur berpengalaman dan memiliki jam terbang cukup banyak sebab diantaranya ada beberapa mantan pembalap nasional juga. Saya berkesempatan meliput pelatihan tersebut dimana pesertanya adalah para pengemudi dari sebuah instansi. Tidak hanya mengemudi mobil sedan dan minibus saja bahkan mengemudi truk pun ada dalam sesi latihan. Semua itu di sesuaikan berdasarkan kebutuhan para peserta.

Tidak hanya peserta dari instansi, Sentul Driving Course juga membuka kelas perorangan atau umum karena memang niatan dasar dari seorang Moreno yang tulus ingin membantu masyarakat tentang cara mengemudi yang baik. Terutama para pengemudi angkutan umum yang terlihat suka melakukan kebiasaan buruk yang membahayakan, baik dari sisi pengemudi itu sendiri, penumpang dan orang lain. Bahkan Sentul Driving Course juga membuka kelas pelatihan safety riding, dimana kita ketahui bersama bahwa di jalan raya sekarang sudah banyak masyarakat yang menggunakan motor untuk mengantisipasi kemacetan, apalagi maraknya angkutan ojek saat ini.

Pengemudi adalah asset yang dimiliki perusahaan….itulah yang dikatakan Moreno, Pada saat kita¬† berada di dalam kendaraan, control sepenuhnya terhadap kendaraan menjadi tanggung jawab pengemudi selama perjalanan. Kita juga bisa mengetahui karakter pengemudi dari cara dan sikap pengemudi saat membawa kendaraan yang kita tumpangi.

Pelatihan safety driving di bagi menjadi 2 sesi, dimana sesi pertama adalah klasikal, penyampaian teori mengemudi ada dalam sesi klasikal ini. Dilanjutkan dengan tes drive di lapangan meliputi cara menginjak pedal rem dengan benar, posisi tangan pada kemudi, berbelok, zig-zag hingga berkonvoi berlanjut ke sesi demo. Seperti saya, peserta diajak merasakan naiknya adrenalin saat mobil berputar-putar seperti dalam film action.

Dasar pelatihan mengemudi ini mengacu pada standar internasional dan undang-undang lalu-lintas no.22. Pelatihan yang saya liput ini adalah level basic dimana para peserta akan dilihat kemampuannya dan bisa melanjutkan ke level advance lalu lanjut ke level ektrem. Pada level ekstrem, skill mengemudi sudah jauh di atas rata-rata, ini dibutuhkan oleh pengemudi Pengawal Presiden, Pejabat Negara atau Pengemudi kendaraan pengangkut barang berharga.

Usai sesi demo, peserta diajak berkeliling sirkuit melewati lintasan balap dengan kecepatan sedang, dilanjutkan melihat koleksi mobil kuno di Museum Mobil Indonesia. Terus terang sayapun baru sekali masuk Museum Mobil Indonesia yang masih satu area dengan Sirkuit Sentul. Koleksi mobil eks Presiden Pertama Indonesia menjadi primadona peserta untuk berfoto. Selain mobil kuno buatan tahun 1963 juga ada koleksi motor kuno yang tahun produksinya sebelum para peserta lahir…

Sedikit bocoran dari Moreno tentang mengemudi yang baik :

1. Nyamankan Posisi duduk, tidak terlalu maju atau mundur agar kaki kita bisa menginjak pedal dengan mudah. Pastikan kita dapat melihat spion kiri dan kanan dengan mudah, lakukan setting spion jika perlu.

2. Letakan posisi tangan kiri dan kanan kita di kemudi pada posisi jam 9 dan jam 3. setelah mengoper gigi dengan tangan kiri pada mobil transmisi manual, kembali ke posisi jam 9 pada kemudi.

3. Tumit kaki kanan jangan menggantung, selalu menempel pada lantai kendaraan, hanya telapak kaki saja yang berpindah dari pedal gas ke pedal rem, begitu sebaliknya.

4. Posisikan kaki kiri kita di foot rest setelah menginjak pedal kopling saat mengoper gigi pada mobil transmisi manual dan jika transmisi automatic kaki kiri selalu di posisi foot rest.

5. Gunakan sepatu yang beralas datar alias tidak berhak dan usahakan beralas karet seperti sepatu olahraga.

Komentar
Anda suka? share!